Senin, 14 Oktober 2019

DAFTAR MERK HANDPHONE (SMARTPHONE) BESERTA ASAL NEGARA PRODUKSI-NYA




DAFTAR MERK HANDPHONE (SMARTPHONE)  BESERTA ASAL NEGARA PRODUKSI-NYA

China (Shanghai) :    Oppo,  Vivo,  Xiaomi,  Huawei,  Honor,  OnePlus,  Lenovo,  Redmi,  Meizu, inFinix,  K-Toch,  Haier,  G-Tide,  iZTEAxon,  Smartisan,  and  Qiku360.

Korea Selatan (Seoul) :    Samsung,  LG,  Pantech,  KT-Tech,  and   HiMax.

Amerika Serikat (U.S.A) :    Apple iPhone    and    Motorola.

Jepang :     Sony,  Sharp,  Toshiba,  Panasonic,  Casio,  Kyocera,  Fujitsu,  and   DoCoMo.

Indonesian (Buatan Pabrikan Lokal yang komponen Hardware-nya masih menggunakan produk Buatan Tiongkok dan juga Jerman) :    SmartFren,  Polytron,  CoolPad,  Mito,  Evercoss,  Advan,  IMO,  Axioo,  Nexian,  Tiphone,  I-Cherry,  Vitell,  Vanera,  Esia,  Maxtron,  Zyrex,  and    DigiCoop.

Taiwan :     Acer,  Asus,  DBTel,  Dopod,  E-Ten,  HTC,   and   Ben Q.

Malaysia :   CSL Blueberry   and    NineTology.

Thailand :    I-Mobile.

Singapura :   MicXon.

India :   Lava,  OliveSmart,   and    iDea.

Kanada :   RIM Blackberry.

Belanda :     Philips.

Jerman :     Siemens.

Perancis :    Al Catel,  Sagem,  and     WiKo.

Finlandia :    Nokia (Microsoft Mobile).

Inggris :    Vertu Ti.

Rabu, 09 Oktober 2019

Macam Jenis Chipset CPU Smartphone



Macam Jenis Chipset CPU Smartphone



 CPU Smartphone . Ada cukup banyak macam macam CPU pada smartphone yang memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri, karena itulah banyak orang yang bingung menentukan smartphone.

CPU adalah perangkat keras yang memahami dan melaksanakan instruksi dan data dari perangkat lunak. Jadi, prosesor berperanan sebagai pusat pengolahan data dan alat proses.

Terdapat banyak sekali macam macam CPU pada smartphone di antaranya adalah mulai dariQualcomm, Mediatek, Intel, Exynos, Tegra, Apple Chipset, Kirin, NovaThor, Broadcom PXA, dan OMAP.

1. Qualcomm 



Qualcomm merupakan jenis prosesor yang banyak digunakan pada smartphone berkualitas tinggi atau bisa dibilang smartphone kelas atas. Snapdragon merupakan jenis prosesor pabrikan Qualcomm dimana sering kita jumpai pada smartphone Android.

Qualcomm sampai saat ini masih banyak diyakini paling bagus dari hasil prosesor buatannya, CPU Qualcomm ini adalah yang paling baik untuk sekarang ini dari sisi kinerja dan efisiensi, 

karena selalu menghadirkan teknologi terbaru yang terbukti bertenaga dan mampu bekerja secara baik dan di dukung berbagai keunggulan yang dimilikinya seperti ketahanan terhadap konsumsi daya baterai serta pengolahan grafik yang tinggi,

dan didukung juga dengan koneksifitas yang super cepat sekelas 4G LTE versi Cat paling cepat saat ini dan di dukung sampai tingkatan pemakain resolusi layar saat ini yang paling tinggi adalah Quad HD 

mungkin untuk nanti Qualcomm pula yang menjadi pionir untuk gebrakan resolusi layar terbaru yang lebih tinggi yaitu Ultra HD atau 4K, 

 2. Mediatek 


                                                   
Mediatek merupakan produsen yang fokus pada produksi chipset dengan jumlah loading lebih banyak dan dibanderol dengan harga yang terjangkau.

Awalnya, Mediatek dianggap tidak mampu menyaingi Qualcomm sehingga sering dianggap kurang bagus. Namun dalam perkembangannya, Mediatek sudah dapat mendekati kemampuan chipset Qualcomm.

Prosesor ini sangat banyak di pakai di smartphone lokal dan banyak juga di pakai oleh produsen smartphone Android branded di luar sana seperti Samsung Galaxy, Sony Xperia, Xiaomi dan vendor besar lainnya.

alasan utama mengapa Prosesor MediaTek ini di pilih adalah karena harganya yang relatif lebih murah dari prosesor lain namum dengan harga yang murah dapat menyaingi performa dari jenis prosesor pesaing yang di patok dengan harga yang lebih mahal,

dan hal ini yang menjadikan prosesor MediaTek di pilih oleh banyak vendor Smartphone di luar sana, juga jenis prosesor ini juga memiliki prosesor kelas atas dan untuk sekarang MediaTek lah yang menjadi pionir dalam pembuatan 10 inti prosesor atau kerap disebur deca-core,

dan tipe prosesor MediaTek paling bagus ialah dengan nama MediaTek Helio, untuk versi atas di isi oleh seri X series dan versi menengah di isi oleh P series, secara kesluruhan performa dari prosesor ini hampir seimbang dengan jenis prosesor hebat lainnya.

3. Intel



Intel Atom menawarkan kinerja yang mumpuni. Salah satu keunggulannya adalah teknologi thread yang membuat cpu dual core seolah memiliki empat inti.

Memang sudah lama terdengar produsen prosesor Intel melakukan ekspansi pada ranah dunia Smartphone, dan seperti yang kita tahu prosesor Intel ini sangat bertenaga dan terbukti pada device Asus Zenfone hingga generasi kedua,

prosesor Intel ini tetap di percaya sebagai pendukung utama performa smartphone tersebut, namun pada seri generasi Asus Zenfone ketiga tidak menggunakan prosesor Intel lagi karena suatu alasan, 

namun bukan berarti prosesor Intel jelek dalam performa hanya saja pihak Intel mungkin dapat lebih membuat prosesor yang lebih fleksibel dalam penggunaannya agar sesuai dengan apa yang di kehendaki pengguna device Android tersebut, 

dan terhitung hingga sekarang distribusi prosesor Intel ini sudah sangat banyak dan sering terlihat pada spesifikasi smartphone lokal hingga smartphone branded lainnya.
Smartphone dengan prosesor intel meliputi Lenovo K900, Asus Zenfone dan yang lainnya.

4. Exynos 



Exynos dikembangkan oleh prusahaan produsen ponsel besar samsung electronics. Prosesor Exynos memiliki basis System on a Chip (SoC) yang dirancang khusus untuk perangkat smartphone dan tablet.

Prosesor Exynos pertama yang dibangun oleh Samsung adalah Exynos 3110, sebelumnya dikenal Hummingbird atau S5PC110.

Setelah meluncurkan prosesor pertamanya kemudian Samsung meluncurkan kembali prosesor Exynos 4212.

Prosesor Exynos dirancang menggunakan CPU ARM Cortex A9 dual core dengan kecepatan 1.2GHz up to 1.5GHz. Prosesor jenis Exynos juga dilengkapi oleh GPU ARM Mali-400 MP4 yang mempunyai kelebihan pada bidang game 3D serta multitasking.

untuk masalah keunggulan tidak jauh beda dari Qualcomm dan jika di lihat dari performa kualitas prosesor Exynos ini hanya berbeda sedikit saja dari jenis kinerja dari prosesor besutan Qualcomm Snapdragon

juga jangan salah bahwa prosesor Exynos ini mampu memberikan pengalaman hebat bagi penggunannya, dan yang paling utama adalah dari segi ketahanan konsumsi daya baterai dan pengolahan grafik yang tinggi,

dan versi Exynos yang terbaru adalah berversi Exynos 8990 yang di pakai smartphone unggulan dari Samsung seperti, Samsung Galaxy S7, dan Samsung Galaxy Note 7,

namun perlu kalian ketahui bahwa prosesor Samsung Exynos sekarang ini tidak hanya di dapati pada device Samsung kebanyakan saja, 

namun saat ini beberapa vendor smartphone besar branded juga tengan melirik jenis prosesor super cepat ini juga sebut saja salah satunya Meizu yang menghadirkan prosesor Samsung Exynos ini pada device unggulan mereka.

5. Tegra



Prosesor produk dari NVDIA ini terkenal akan pencetus Quad-core di lini smartphone dimana Prosesor lain masih menggeluti Dual-core. Prosesor quad-core pertamanya ialah NVDIA Tegra 3 yang dibalut dengan ARM Cortex A9 dengan core Maximum 1.4GHz. 

Sedangkan versi terbaru dari Tegra ialah NVDIA Tegra X1 yang sudah 8-Core dan memakai Cortex-A57. Prosesor ini memang untuk kamu yang doyan berlama – lama bermain game HD dan memutar video 4K. 

Prosesor ini juga banyak di gunakan oleh brand – brand besar seperti HTC One, Xiaomi Mi Pad, Asus Nexus, NVDIA Shield, Samsung Galaxy Tab, Motorola, Sony Tablet dan tak mau yang tak mau kalah mencicipinya ialah Microsoft Surface dan Microsoft Surface 2.

Namun untuk sekarang ini nampaknya mereka tidak mendistribusikan jenis prosesor ini lagi pada smartphone Android kebanyakan, untuk performa tidak perlu di ragukan lagi, namun mungkin ada suatu alasan yang membuat jenis prosesor ini tidak eksis lagi sekarang ini.

6. Apple Chipset



Untuk Prosesor ini, kita tidak bisa berkomentar lebih karena hanya Produk Apple lah yang bisa menikmati Prosesor ini. 

Prosesor ini digunakan sejak perilisan iPhone generasi 1 dimana pada saat itu Apple turut membuat era smartphone menjadi tenar sampai sekarang. 

Prosesor dari Apple ini tidak hanya untuk iPhone saja bahkan di gunakan di iPad, iPod, Apple TV, dan Apple Watch.

7. Kirin 



Sama seperti Exynos, seri Kirin ini ialah buatan asli dari vendor Smartphone paling terkenal di china yaitu adalah Huawei, untuk kinerja dan performas prosesor kirin ini secara bersamaan mampu menyaingi prosesor kelas atas seperti Qualcomm Snapdragon dan Samsung Exynos,

dan jenis prosesor cepat ini dapat kalian temukan pada jenis smartphone unggulan Huawei terbaru, juga perlu kalian ketahui jenis prosesor ini adalah jenis prosesor baru dari tanah china,

namun memiliki kinerja yang sangat apik dan cepat, hingga layak di sandingkan dengan jenis prosesor Qualcomm Snapdragon dan Samsung Exynos.

8. NovaThor 



Prosesor ini adalah besutan Ericsson setelah pisah dengan vendor Sony, Proyek joint venture 50/50 dari Ericsson dan perusahaan semi konduktor STMicroelectronics yang didirikan 3 Februari 2009. 

Produk mereka terdiri dari System on Chips (SoC) terintegrasi, dan juga modem untuk smartphone serta tablet. 

Uniknya, ST-Ericsson juga menjual chipset alias SoC-nya (Nova) serta modem (Thor) secara terpisah. Dan itu bisa menjadi solusi bagi SoC lain yang mungkin secara default tidak mendukung jenis koneksi 4G, 

ini adalah prosesor yang baik juga pada jamannya karena prosesor ini memiliki harga yang relatif murah, tapi untuk sekarang sudah benar-benar redup dan sirna,

mungkin dari segi pengembangan mengalami kendala mungkin, untuk jenis prosesor ini dulu pernah terlihat pada jenis smartphone keluaran Sony Xperia yaitu seri Sony Xperia Sola, Xperia P, dan juga Xperia U.

9. Broadcom 



Ini juga salah satu prosesor dengan kinerja baik, meski tidak ramai orang memakainya tapi untuk sekarang masih terus di produksi dan terus di revisi, 


namun dalam progress yang sangat lamban, untuk jenis device yang memakai seri prosesor ini dapat di lihat pada seri Samsung Galaxy Ace 3 yang sudah di rilis beberapa tahun yang lalu.

10. PXA 



Meski jarang digunakan tapi sebenarnya Processor yang di produksi Marvell ini sudah memiliki 8 versi, salah satunya ialah versi PXA1918 yang ternyata support menggunakan 32 bit dan 64 bit. Prosesor ini juga sudah digunakan oleh smartphone android.

Smartphone yang pernah menggunakan Prosesor ini ialah Samsung Galaxy Tab, HP Slate Voicetab Series, Motorola Moto dan HTC Advantage X7510 ponsel lawas yang menggunakan OS Microsoft Windows Mobile 6 Professional.

11. OMAP 



OMAP atau Open Media Application Platform ialah Prosesor besutan dari Texas instrument. OMAP sendiri sudah sampai di versi 5 dimana mereka mengklaim bahwa Prosesor ini lebih cepat dari versi Prosesor lain yang pernah mereka rilis. 

Prosesor ini banyak digunakan di brand smartphone yang populer seperti Blackberry Q10, Samsung Galaxy Nexus, Motorola Droid, LG Optimus, Huawei Ascend, Amazon Kindle, 

bahkan pernah dipakai oleh Nokia salah satunya ialah Nokia N9 yang menggunakan OS meego .
OMAP juga termasuk prosesor tangguh juga tapi untuk sekarang sudah tidak banyak smartphone yang memakainya, 

dan bisa di bilang untuk smartphone keluaran terbaru hampir tidak ada lagi yang menggunakan jenis prosesor ini, pada jaman dulu jenis prosesor ini kerap terlihat pada device Android besutan Samsung Galaxy, namun sekarang tidak lagi.

TINGKATAN CHIPSET PADA IPHONE (iPhone merk Apple / Apple.inc) buatan Amerika Serikat



TINGKATAN CHIPSET PADA SMARTPHONE  IPHONE  (iPhone merk Apple / Apple.inc)   buatan Amerika Serikat

Pada awal kemunculannya, sekitar 2007, Apple langsung mendobrak pasar dengan smartphone-nya yang memiliki tampilan tidak biasa; mengusung fitur multi-touch, ketika Blackberry dan ponsel lainnya masih menggunakan tombol fisik.

Generasi awal smartphone itu hanya diberi nama iPhone tanpa embel-embel seri angka atau S seperti sekarang. Steve Jobs optimistis dengan ponsel ciptaannya itu yang menurutnya adalah versi iPod dengan layar versi lebih lebar, ponsel revolusioner serta perangkat yang mendobrak komunikasi internet.

Untuk mendapatkan posisinya sebagai salah pemain utama di pasar smartphone seperti sekarang, perjalanan Apple sama sekali tidak mudah. Mereka terus bekerja keras menyempurnakan ponsel mereka mulai dari bagian terpenting; dapur pacu atau prosesor.

Seri awal
Sebelum prosesor seri A diperkenalkan, Apple menggunakan prosesor yang tidak jauh berbeda dari iPod touch untuk iPhonenya. Untuk iPhone pertama yang diluncurkan pada 29 Juni 2007, Apple menanamkan APL0098 single-core 412 MHz.

Meski sekarang tampak seperti musuh bebuyutan, namun dulu hubungan Apple dan Samsung sempat harmonis. Terbukti dari prosesor seri awal ini, Apple menggandeng Samsung untuk manufaktur prosesor milik mereka.

Selang dua tahun, iPhone 3GS diluncurkan. Prosesornya masih dibuat Samsung dengan kekuatan yang ditingkatkan jadi 600 MHz.

Seri A awal
Apple memperkenalkan keluarga “Ax” untuk ditanamkan pada iPhone, iPad, iPod touch dan Apple TV. Manufaktur prosesor tersebut diserahkan ke tangan Samsung dan TSMC.

Apple A4
Prosesor A4 secara perdana ditanam ke dalam iPad. Setelah iPad, giliran iPhone 4, iPod touch, dan Apple TV generasi kedua. Clock speed untuk prosesor ini adalah 800 MHz.

Apple A5
A5 kembali didesain oleh Apple dan dimanufaktur Samsung. Apple mengklaim prosesor terbarunya itu memiliki kemampuan dua kali lipat dari versi A4 sebelumnya dan GPU-nya mampu mendongkrak kemampuan grafisnya hingga 9 kali lipat. Prosesor itu kemudian ditanam ke dalam 4S.

Apple A6
Apple A6 diluncurkan 12 September 2012, bersamaan dengan peluncuran iPhone 5, setahun kemudian prosesor itu juga ditanamkan ke ponsel murah Apple, 5C.

Apple A7
Apple A7 pertama kali disematkan ke dalam iPhone 5S dan diperkenalkan pada September 2013. Selain iPhone, prosesor itu juga ditanam ke dalam iPad Air, iPad Mini 2 dan iPad Mini 3. Apple mendongkrak kecepatannya hingga 1.3-1.4 GHz, dual core .

Apple A8
Apple A8 mulai diperkenalkan kepada publik pada 9 September 2014, bersamaan dengan peluncuran iPhone 6 dan iPhone 6 Plus. Setahun kemudian prosesor itu juga ditanamkan ke dalam iPad Mini 4. Apple mengklaim prosesornya tersebut memiliki kemampuan CPU 25 persen lebih besar, kemampuan grafis 50 persen lebih besar, namun hanya memakan 50 persen daya lebih kecil – dibandingkan dengan prosesor generasi sebelumnya, A7. Meski kemampuannya lebih besar daripada pendahulunya, namun ukuran prosesor ini 13 persen lebih kecil dibanding pendahulunya menjadi hanya 89mm2.

Apple A9
Prosesor generasi terbaru ini disematkan ke dalam iPhone 6S dan 6S Plus, yang diperkenalkan pada September 2015. Apple mengklaim performa CPU-nya 70 persen dan performa grafisnya 90 persen lebih besar dibandingkan A8. iPhone SE juga akhirnya disematkan prosesor ini.

Apple A10 Fusion
Prosesor ini disematkan ke dalam iPhone 7 dan 7 Plus yang pertama kali diluncurkan pada 7 September 2017. Prosesor ini mengusung desain quad core dengan dua core performa tinggi serta dua core lebih kecil yang sangat efisien.

 
Apple A11 Bionic
Nah, ini prosesor tergarang yang dimiliki Apple saat ini. Seperti yang kamu tahu, Apple baru saja merilis ponsel flagship yang luar biasa iPhone 8, iPhone 8 Plus dan iPhone X. Semuanya baru dirilis pada 12 September lalu. Kalau kemampuan A10 Fusion sudah luar biasa, kemampuan A11 Bionic ini sudah di luar nalar. Prosesor ini diklaim 25 persen lebih kencang daripada A10 Fusion dan 70 persen lebih cepat dibandingkan A10 yang sudah hemat daya.

Apple A12 Bionic
Chip A12 Bionic memiliki CPU dengan enam inti di dalamnya; dua mendorong performa dan empat untuk efisiensi. Untuk hal ini, A12 Bionic diklaim 15% lebih cepat dan 50% lebih efisien dibanding A11.

Lalu, GPU-nya memiliki empat inti yang diklaim 50% lebih cepat dibanding A11. Hadirnya GPU dengan empat inti itu pun disebut dapat meningkatkan performa grafis saat bermain game hingga ketika mengedit video.
Kemudian, ada juga pembaruan pada Neural Engine yang berguna untuk kebutuhan kecerdasan buatan. Jika pada A11 bagian ini hanya memiliki dua inti, Neural Engine di dalam A12 Bionic sudah disematkan delapan inti.

Hal tersebut membuatnya mampu menjalankan 5 triliun pekerjaan dalam satu detik. Sebelumnya, A11 hanya mampu menyelesaikan 600 miliar tugas per detik.

Dalam implementasinya, chip ini diklaim mampu meningkatkan performa ponsel terhadap berbagai pekerjaan, seperti augmented reality, gaming, fotografi, Face ID, hingga Memoji.

***

Apple adalah perusahaan yang cenderung eksklusif. Perusahaan yang satu ini mengembangkan, memproduksi, dan memasarkan produk jadi mereka secara mandiri. Artinya, Apple membangun sebuah perangkat (iPod, iPad, iPhone, dan lainnya) secara mandiri dengan konsep desain arsitektur sendiri.

Untuk perangkat iPhone misalnya. Apple meramu iPhone dengan konsep desain arsitektur sendiri untuk kemudian dibenamkan pada produk yang mereka kembangkan. Hal ini berbeda dengan vendor ponsel Android kebanyakan. Rata-rata vendor ponsel hanya mengembangkan produk sudah jadi dan mengambil desain chipset dari perusahaan yang fokus pada produsen chipset, seperti Mediatek maupun Qualcomm. Apple justru bertindak seperti Qualcomm dan Mediatek, sekaligus sebagai vendor ponsel layaknya Xiaomi, Asus, LG, dan merek ponsel lainnya yang tidak mengembangkan chipset sendiri. Apple juga berperan sebagai pengembang sistem operasi tersendiri, iOS, sehingga produk Apple memang benar-benar eksklusif. Meski mendesain chipset sendiri, Apple tetap membeli lisensi desain chipset dari ARM. Hanya saja. Apple mendapatkan izin kustom pada desain chipset ARM untuk dibuat sesuai kebutuhan dari Apple sendiri. Sebenarnya, Apple tidak hanya mengembangkan chipset atau system-on-chip. Apple juga mengembangkan apa yang disebut sebagai  system-in-package. Namun, kali in mari fokus saja pada pembahasan chipset dari Apple. Langsung saja yuk ke pembahasan soal desain chipset dari Apple.

Chipset Apple Generasi Awal

Apple ternyata telah mengembangkan chipset cukup lama. Mereka memulai pengembangan chipset generasi awal dengan bantuan manufaktur dari Samsung. Pengembangan chipset generasi awal ini mengintegrasikan prosesor berbasis ARM CPU), unit pemrosesan grafis (GPU),  dan juga komponen lainnya dalam satu fungsi yang kemudian dikenal sebagai SoC atau (system-on-chip). SoC ini kemudian dikemas dalam bentuk PoP. Apa itu PoP? PoP adalah Package on package (PoP). PoP adalah sebuah metode pengembangan sirkuit terpadu yang memiliki sistem paket saling menumpuk dan umum digunakan di perangkat elektronik. Penyebutan yang tepat untuk produk ini memang PoP, tetapi agar lebih mudah mari sebut saja chipset atau SoC. Oh yah, SoC Apple pada generasi awal ini tidak banyak. Terhitung hanya ada 4 tipe chipset generasi awal yang terdiri sebagai berikut.

1. APL0098
Diperkenalkan pada 29 Juni 2007, APL0098 adalah chipset yang membidani kelahiran iPhone original, alias iPhone generasi pertama. Chipset ini terdiri dari CPU ARM11 single-core 412 MHz dan GPU PowerVR MBX Lite.

Chipset ini dibuat oleh Samsung dengan proses fabrikasi 90nm. Selain iPhone generasi pertama, produk Apple lainnya yang memakai chipset ini adalah IPod touch generasi pertama.

2. APL0278
Chipset APL0278  dibangun dengan prosesor fabrikasi 65nm. Sama seperti seri sebelumnya, chipset ini diproduksi oleh Samsung. Chipset ini sendiri diperkenalkan pada  9 September 2008 berbarengan dengan peluncuran iPod touch generasi kedua. Chipset ini hanya digunakan di iPod touch dan tidak di iPhone.

3. APL0298
Masih dengan proses fabrikasi 65nm, Apple memperkenalkan APL0298. Chipset ini juga diproduksi oleh Samsung. Chipset ini digunakan di iPhone 3GS. Produk iPhone ini sendiri diperkenalkan ke publik pada 8 Juni 2009. Di dalam APL0298 sendiri terdapat CPU Cortex-A8 single-core 600 MHz dan GPU PowerVR SGX535.

4. APL2298
APL2298 bukan lagi sebagai PoP tetapi berupa die shrunk dengan proses fabrikasi 45 nm. Bisa dibilang, ini adalah apa yang kemudian disebut chipset. APL2298 ini digunakan untuk perangkat iPhone 3GS versi SoC APL2298  sendiri diperkenalkan pada 9 September 2009 berbarengan dengan peluncuran iPod touch generasi ketiga. Chipset Apple A Series Apple kemudian mengembangkan SoC A series. Chipset inilah yang jadi otak dibalik perangkat mobile dari Apple seperti iPhone, iPad, iPod touch setelah era PoP. Bahkan, Apple A series kemudian jadi dapur pacu yang digunakan di perangkat Apple TV. SoC A series dibangun dengan mengintegrasikan satu atau lebih inti (core) dalam satu paket fisik. Di dalam paket fisik ini, hadir prosesor berbasis ARM (CPU), unit pemrosesan grafis (GPU), memori cache dan komponen elektronik lainnya.

Untuk proses produksinya, SoC A series produksi oleh Samsung dan TSMC. Hanya saja untuk perancangan desain tetap dilakukan oleh Apple. Adapun SoC A series terdiri sebagai berikut. 

1. Apple A4
Apple A4 masih memakai sistem (PoP) pada chip (SoC). Teknologi ini didesain oleh Apple tetapi sistem paket pada paket (PoP) pada chip (SoC) yang dirancang oleh Apple Inc. dan diproduksi oleh Samsung.

Di dalam Apple A4, terdapat CPU ARM Cortex-A8 dengan prosesor berkecepatan 1 GHz. CPU ini dikombinasikan dengan GPU PowerVR SGX 535. Apple A4 ini dibangun dengan proses fabrikasi 45 nm.

Core yang ada di Cortex-A8 sendiri adalah core yang kabarnya ditingkatkan kinerjanya. Peningkatan ini dikembangkan oleh  perancang chip Intrinsity, yang kemudian diakuisisi oleh Apple, Core di Cortex-A8 ini mendapat nama atau julukan “Hummingbird”. Oh yah, Apple A4 ini tidak memiliki RAM. Penambahan RAM memungkinkan terpasang di PaP. Karena itu, dalam rancang desainnya, di atas Apple A4 ini terdapat paket dengan dua chip DDR SDRAM 128 MB berdaya rendah (total 256 MB).

Apple A4 sendiri digunakan untuk berbagai perangkat Apple seperti iPad Apple generasi pertama, iPhone 4, iPod touch generasi ke-4 dan Apple TV generasi ke-2. Khusus untuk iPhone 4 dan iPod touch generasi ke-4, clock core yang terpasang adalah 800 MHz.

2. Apple A5 dan Apple A5X
Apple A5 sudah memakai sistem chipset. Chipset ini diproduksi oleh Samsung. Di dalam Apple A5, terdapat prosesor dua inti berbasis ARM Cortex-A9 dan GPU dual-core PowerVR SGX543MP2. Kemampuan CPU ini 2x lipat lebih baik dan GPU-nya 5x lipat lebih baik dibandingkan yang ada di Apple A4. Apple A5 dibangun dengan fabrikasi 45nm. Clock core yang ada di chipset ini memiliki kecepatan 1 GHz tetapi khusus untuk perangkat iPad 2. Untuk yang digunakan di iPhone 4S adalah 800 MHz. Apple A5 memiliki versi 32 nm. Versi ini digunakan untuk Apple TV generasi ketiga, iPod touch (generasi ke-5), iPad Mini, dan versi baru iPad 2 (versi iPad2,4). Pada perkembangan selanjutnya, Apple A5 memiliki versi single core yang digunakan di Apple TV generasi ketiga.

Apple juga menghadirkan Apple A5X. Chipset ini digunakan untuk perangkat iPad generasi ketiga. Pembeda Apple A5X dengan Apple A5 adalah di unit grafisnya. Apple A5X  memiliki GPU PowerVR SGX543MP4 yang punya kemampuan dua kali lipat lebih baik dibandingkan GPU yang ada di Apple A5.

3. Apple A6 dan Apple A6X
Apple A6 memakai sistem PoP kembali seperti halnya A4. Apple A6 ini memiliki prosesor dual-core berbasis 1.3 GHz  yang disebut Swift. Di Apple A6 ini juga terdapat GPU PowerVR SGX 543MP3. Oh yah desain Apple A6 ini memakai set instruksi baru bebasis ARMv7s, Apple A6 masih diproduksi oleh Samsung dengan proses fabrikasi 32 nm. Dengan proses fabrikasi yang lebih kecil, Apple A6 ini mampu menawarkan kinerja CPU dan GPU 2x lebih cepat dibandingkan Apple A5. Apple A6 kemudian memiliki versi lebih kencangnya yang disebut Apple A6. Apple A6X ini diperkenalkan pada 23 Oktober 2012, berbarengan dengan peluncuran iPad generasi keempat. Tentu ini berarti Apple A6X adalah “otak” yang ada di iPad generasi keempat.

Apple A6X masih memakai CPU Swift dual-core. Bedanya, kemampuan grafis di A6X lebih tinggi dengan memakai GPU quad-core PowerVR SGX 554MP4. Apple mengklaim kalau A6X ini memiliki kemampuan 2x lipat lebih baik dari Apple A5X.

 4. Apple A7
Pada 10 September 2013, Apple memperkenalkan Apple A7 yang berbasis PoP, A7 ini jadi “otak” dibalik perangkat iPad Air, iPad Mini 2 dan iPad Mini 3. Perangkat iPhone yang memakai A7 adalah iPhone 5S yang diperkenalkan di hari yang sama dengan Apple A7. Apple A7 sendiri diklaim Apple memiliki kinerja 2x lipat lebih cepat dibandingkan Apple A6. Kemampuan grafis Apple A6 juga mengalami peningkatan kemampuan 2x lipat dibandingkan grafis atau GPU pada Apple A6. Apple A7 sendiri dibangun dengan proses fabrikasi 28 nm. CPU yang digunakan di Apple A7 sendiri adalah CPU dual-core ARMv8-A dengan PowerVR terintegrasi G6430.

 5. Apple A8 dan Apple A8X
Apple A8 masih mengusung PoP. A8 ini masih dirancang oleh Apple tetapi proses produksinya dibuat oleh TSMC. Apple A8 ini diperkenalkan pada 9 September 2014, bersamaan dengan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus.

Apple A8 hadir dengan konfigurasi prosesor dual-core 1.4  GHz 64-bit dengan GPU PowerVR GX6450 yang terintegrasi dalam konfigurasi empat klaster. Proses fabrikasi prosesor ini berbasis 20 nm yang membuat jumlah transistornya mencapai 2 milyar. Namun, menariknya ukuran Apple A8 ini 13% lebih kecil dibandingkan Apple A7. Selain iPhone 6 dan iPhone 6 Plus. Apple A8 juga dipakai di iPad Mini 4 dan juga HomePod. Produk iPad lainnya, yakni iPad Air 2 tidak memakai Apple A8 tetapi Apple A8X. Apple A8X ini mengusung konsep SoC dengan konsep tiga prosesor inti dan GPU dengan delapan core.

 6. Apple A9 dan Apple A9X
Apple A9 mengusung konsep SoC yang didalamnya terdapat sebuah sistem berbasis ARM 64-bit. Chipset ini diproduksi oleh TSMC dengan menggunakan teknologi  FinFET 16 nm. Chipset ini digunakan di perangkat iPhone 6S dan iPhone 6S Plus. Chipset pada iPhone SE  dan iPad (2017) juga memakai Apple A9. Apple A9 sendiri diklaim memiliki peningkatan performa untuk CPU mencapai 70% lebih baik dari Apple A8. Sementara kemampuan grafisnya 90% lebih baik dari Apple A8. Fakta menariknya, Apple A9 juga diproduksi oleh Samsung. A9 yang diproduksi oleh Samsung menggunakan teknologi LPE 14 nm. Dua produksi ini membuat iPhone 6S dan iPhone 6S Plus yang beredar di pasaran memiliki dua versi, satu yang diproduksi TSMC dan satu lagi yang diproduksi Apple. Selain membuat Apple A9, TSMC juga memproduksi Apple A9X. Samsung tidak ikut memproduksi untuk chipset ini. Apple A9X sendiri digunakan di perangkat iPad Pro. Apple mengklaim kalau kemampuan CPU ini 80% lebih baik dan GPU-nya 2x lipat, baik dari pendahulunya, Apple A8X.

 7. Apple A10 Fusion dan Apple A10X Fusion
Apple kini memberikan nama pada chipset buatannya. Tidak lagi gabungan huruf A dan angka saja tetapi menambahkan nama. Hal ini karena melihat penamaan chipset sebelumnya tidak terlalu menarik, dan orang lebih suka dengan sebutan atau julukan pada nama chipset. Maka dipilihlah nama A10 Fusion A10 Fusion ini adalah sistem berbasis ARM 64-bit pada sebuah chip. Desainnya masih tetap dirancang Apple. Untuk produksinya, dikerjakan oleh TSMC dengan proses FinFET 16 nm. A10 Fusion ini memiliki sistem desain dua kluster, dual core untuk performa dan satu kluster lagi dual core  untuk kinerja yang lebih efisien. Adapun kemampuan chipset ini diklaim Apple prosesornya 40% lebih cepat dan dan GPU-nya 50% lebih cepat dibandingkan Apple A9. A10 Fusion sendiri ditanam pada perangkat iPhone 7 dan 7 Plus, yang diperkenalkan berbarengan dengan A10 Fusion pada 7 September 2016. Selain itu, A10 Fusion juga dipakai di perangkat iPad (2018). A10 Fusion punya varian bernama A10X Fusion. Seperti biasa, versi X umumnya memiliki kinerja lebih baik dan digunakan untuk perangkat iPad. Adalah iPad 10,5 inci dan iPad Pro 12,9 inci generasi kedua yang memakai A10X Fusion. A10X Fusion sendiri dibangun dengan teknologi FinFET 10 nm yang diproduksi TSMC. Apple mengklaim jika A10X Fusion ini memiliki peningkatan kemampuan CPU 30 persen lebih cepat dan GPU 40 persen lebih cepat dari A9X.

 8. Apple A11 Bionic
Apple memberikan bama Bionic pada Apple A11. Chipset ini mengusung sistem berbasis ARM 64-bit yang didesain Apple dan diproduksi oleh TSMC dengan teknologi FinFet 10 nm. Chipset ini sendiri dipakai di iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan iPhone X. Chipset ini diperkenalkan pada 12 September 2017. berbarengan dengan 3 iPhone tersebut. Apple A11 Bionic mengusung prosesor dengan konsep desain dual core 2,39 GHz untuk performa tinggi dan empat core untuk performa yang efisien. Total ada enam core prosesor dengan dual core disebut Monsoon dan yang enam core disebut Mistral. Apple A11 Bionic diklaim Apple memiliki kemampuan CPU 40% lebih bertenaga dan kemampuan grafis 50% lebih baik dibandingkan pendahulunya, Apple A9.

9. Apple A12 Bionic dan Apple A12X Bionic
Nama Bionic kembali dipakai di Apple A12. Chipset ini masih dirancang oleh Apple dengan prosesor produksi diurus oleh TSMC memakai proses FinFET 7 nm. Chipset ini jadi otak dari iPhone XS, iPhone XS Max dan iPhone XR. Chipset ini diperkenalkan berbarengan dengan 3 iPhone tersebut pada 12 September 2018. Apple A12 Bionic ini diklaim Apple memiliki kemampuan 15% lebih cepat untuk prosesor kinerja tingginya daripada A11 Bionic. Sementara untuk prosesor efisien atau hemat dayanya memiliki kemampuan efisiensi 50%  penggunaan daya lebih baik daripada prosesor hemat daya yang ada di Apple A11 Bionic. Apple A12 Bionic punya varian Apple A12X Bionic. Chipset ini digunakan di iPad Pro 11 inch dan iPad Pro 12,9 inch generasi ketiga. Apple A12X Bionic sendiri diklaim Apple memiliki peningkatan 35% lebih cepat untuk single-core dan 90% lebih cepat kinerja untuk mutli-core dibandingkan Apple A10X Fusion.  Demikianlah penjelasan tentang jenis-jenis chipset Apple beserta pengembangannya dari tahun ke tahun. Semoga artikel ini bisa jadi tambahan informasi buat pembaca yang penasaran dengan chipset dari Apple.

10. Apple A13 Bionic
Ada beberapa aspek yang dibanggakan Apple dari A13 Bionic, yaitu diklaim sebagai CPU ponsel tercepat, GPU ponsel terkencang, dan juga mempunyai konsumsi daya yang lebih hemat ketimbang pendahulunya.

Apple menampilkan perbandingan perfoma CPU dan GPU A13 Bionic dengan sejumlah chip lain yang yang ada saat ini, termasuk A12 Bionic yang dipakai di iPhone XR.

Chip ini mempunyai dua core CPU 'kencang' dan empat core cpu 'efisien'. Sementara jumlah core GPU-nya adalah empat, sama seperti jumlah core GPU yang ada di A12 Bionic.

Namun perubahan signifikan juga terjadi pada konsumsi dayanya, yang diklaim Apple lebih irit 40% ketimbang chip sebelumnya. Hal ini membuat iPhone 11 Pro bisa mempunyai daya tahan baterai lebih lama 1 jam dan iPhone 11 Pro Max 5 jam ketimbang pendahulunya.

Iritnya konsumsi daya ini bisa dicapai karena chip tersebut mempunyai banyak komponen yang bisa dimatikan ketika sedang tak digunakan. Sebagai catatan, chip ini mempunyai 8,5 miliar transistor di dalamnya, yang membuat performanya meningkat 20%.

A13 Bionic juga disebut mempunyai performa machine learning yang paling tinggi, dengan delapan core neural engine yang bisa melakukan 1 triliun hitungan setiap detiknya.

Kemampuan machine learning di chip ini menurut Apple bakal banyak dimanfaatkan oleh kamera di iPhone 11, yaitu untuk memproses foto yang dijepret. Dan chip itu pun membuat iPhone 11 bisa merekam video 4K dengan frame rate 60 fps dalam kondisi HDR diaktifkan.

***
iOS merupakan sistem operasi buatan perusahaan teknologi terkenal Apple.inc. Sistem operasi tersebut disematkan dalam produk-produk apple seperti iphone maupun ipad.

Kelebihan:
Jumlah Aplikasi dan games terbanyak dibanding OS smartphone lain.
Punya kontrol ketat terhadap kualitas aplikasi yang ada di apps store.
Performa & kualitas menjalankan aplikasi/games lebih bagus dibanding smartphone dengan OS lainnya.
Device-device lama bisa mendapat update OS walau secara hardware jauh tertinggal.
Pelopor could computing (media penyimpanan data secara online).
Garansi device internasional
Harga jual kembali lebih stabil.

Kekurangan:
Harga devicenya lebih mahal.
Media konektifitas seperti bluetooth & wifi sharing terbatas hanya untuk sesama perangkat iOS (bisa diakali dengan cara membeli aplikasi di apps store).
Aplikasi-aplikasi tertentu banyak terdapat versi berbayar/trial (bisa diakali dengan jailbreak dan dapat memasang aplikasi bajakan).
Harus terkoneksi dengan iTunes jika ingin share media file dengan PC atau Notebook.
Tidak ada slot micro SD dan baterai sudah built in ( tidak bisa dicopot).

***
Kelebihan iPhone dibanding Android
Sebagai salah satu merk hp terbaik di dunia, kelebihan iPhone dibanding hp Android tentu ada banyak. Apa saja kelebihan iPhone dibanding Android ? Berikut ini daftarnya.

1. Build Quality dan Desain Lebih Baik
Desain iPhone selalu memiliki ciri khas tersendiri. Karena tampilan iPhone selalu konsisten, maka tidaklah sulit untuk mengenali iPhone dari jarak jauh. Kualitas produk iPhone juga tak main-main. Karena dibuat dengan standar kualitas tinggi, sangat jarang ditemukan cacat produksi pada produk iPhone. Kelebihan iPhone dari segi desain adalah selalu menjadi trend setter bagi banyak hp Android. Kamu tentu masih ingat setelah Apple meluncurkan iPhone X sebagai hp berlayar poni pertama di dunia, semua hp Android ikut berbondong-bondong mengikuti tren tersebut.

2. Performa Lebih Tinggi
Chipset besutan Apple untuk iPhone selalu jadi yang terbaik dibanding chipset atau processor hp Android. Bahkan Chipset terbaru Apple yaitu Apple A12 Bionic mampu mengungguli processor Snapdragon 845 yang biasanya dipakai di hp Android kelas flagship. Chip Apple selalu menghantarkan iPhone menjadi rajanya hp terkencang selama beberapa tahun ini. Ketangguhan Chipset buatan Apple terbukti dari performa iPhone lawas yang gak gampang lemot meski sudah dipakai bertahun-tahun.

3. Hasil Kamera iPhone Lebih Baik
Tidak bisa dipungkiri, salah satu kelebihan iPhone ada di sektor kameranya. Kamera adalah salah satu faktor yang paling diperhatikan Apple saat membuat iPhone. Karena kamera mendapat porsi perhatian yang cukup besar dari produsen, maka dari itu kualitas jepretan kamera iPhone selalu jadi salah satu yang terbaik. Bahkan menariknya walau di atas kertas spesifikasi kamera Android lebih tinggi, namun ketika disandingkan dengan kamera iPhone tetap terasa kurang sempurna.

4. Punya Koleksi Aplikasi Ter-Up to Date
Walaupun jumlah pengguna iPhone tidak sebanyak Android, namun para pengembang atau developer biasanya lebih suka merilis versi terbaru aplikasi untuk pengguna iPhone lebih dulu. Salah satu alasannya adalah karena pendapatan aplikasi di AppStore lebih baik ketimbang di Play Store milik Android. Selain itu, alasan kenapa aplikasi lebih cepat update di App Store adalah karena pengembang lebih mudah mengatur tampilan aplikasi karena variasi ukuran layar iPhone lebih sedikit ketimbang Android. Kelebihan iPhone inilah yang membuat pengguna iPhone betah

5. Lebih Aman
Instal aplikasi di hp Android jauh lebih mudah dibanding iPhone. Walau lebih mudah, namun justru hal tersebut malah merugikan pengguna hp itu sendiri. Karena bisa instal aplikasi tanpa Play Store, pengguna hp Android lebih rentan terkena serangan virus dan malware. Hal ini berbeda jauh dengan iPhone. Kelebihan iPhone yang cukup mencolok adalah dari segi keamanannya. Untuk memasang aplikasi di iPhone hanya bisa melalui App Store. Sistem download aplikasi satu pintu ini juga didukung oleh pengawasan yang dilakukan terus menerus untuk mencegah masuknya aplikasi yang mengandung virus atau malware.

6. Layanan Purna Jual Lengkap Terpercaya
Jika iPhone kamu rusak, kamu tak perlu pusing memperbaikinya. Layanan service center atau purna jual Apple di Indonesia sudah cukup banyak tersebar di beberapa kota. Jadi untuk memperbaiki iPhone yang rusak kamu tak perlu pusing mencari pusat service terpercaya. Karena pusat servis produk Apple bersifat resmi, kamu bisa lebih tenang karena jika ada sparepart yang harus diganti, kamu tak perlu khawatir diganti oleh spare part bekas yang tak karuan kualitasnya.

7. Harga Jual iPhone Bekas Cukup Tinggi
Jangan buang iPhone lama kamu jika kondisinya masih mulus. Karena harga jual iPhone masih cukup tinggi meski kondisinya bekas atau second. Apalagi jika kondisi iPhone masih mulus dan tidak ada cacat sama sekali, harga jualnya bisa lebih tinggi dibanding harga iPhone bekas lain di pasaran. Selain itu, jika kondisi iPhone masih mulus, pembeli rela membelinya dengan harga mahal karena banyak orang yang percaya performa iPhone masih tetap bagus meski kondisinya sudah bekas.

8. Update Software Cepat dan Merata
Inilah salah satu kelebihan iPhone sangat disukai banyak orang. Untuk sebuah hp pintar atau smartphone, update sistem operasi sangat diperlukan. Melalui update sistem operasi, pengguna hp bisa menikmati fitur baru dan keamanan yang lebih baik. iPhone selalu rutin menggulirkan update ke sistem operasinya tidak hanya untuk tipe hp terbaru, namun juga untuk iPhone lawas sekalipun. Dengan begini, walaupun kamu memiliki iPhone yang keluar 2 atau 3 tahun lalu, kamu tetap bisa mencicipi fitur terbaru dari sistem operasi iOS andalan iPhone.

Hal ini tentu berbeda dengan Android yang hanya menyediakan update sistem operasi ke tipe hp terbaru saja. Selain itu, karena Android bersifat open source maka urusan update sistem operasi adalah tugas para vendor. Sialnya, jika kamu membeli hp Android dari vendor yang malas update sistem operasi. Maka untuk mencicipi sistem operasi Android terbaru mau tidak mau harus beli hp baru.

Kekurangan iPhone dibanding Android
Di balik banyaknya kelebihan iPhone, ternyata ada juga kekurangan iPhone dibanding hp Android. Apa saja kekurangan iPhone dibanding Android ?

1. Harga Jauh Lebih Mahal
Alasan harga jual iPhone bekas tinggi adalah karena harga jual perdana iPhone baru sangat tinggi. Bahkan dengan spesifikasi yang sama kita bisa membeli hp Android dengan harga yang 2 atau 4 kali lipat lebih murah. Masalah harga menjadi kenapa Sultan menempatkan beberapa produk iPhone terbaru di daftar hp termahal di Indonesia. Penyebab harga iPhone sendiri adalah karena brand image yang menginginkan produk ini ditempatkan sebagai produk kelas premium. Selain itu, biaya iklan dan riset serta pengembangan jadi alasan kenapa iPhone mahal.

2. Tidak Punya Slot Memori Eksternal
Mulai dari iPhone generasi pertama hingga terbaru semuanya tidak punya slot memori eksternal. Tambahan slot memori eksternal tentu sangat penting fungsinya untuk menambah kapasitas penyimpanan internal iPhone yang terkenal kecil. Memori eksternal di hp Android juga biasanya digunakan untuk menyimpan data berukuran besar yang tidak ada kaitannya dengan sistem seperti misalnya foto, video, dan musik.

3. Tampilan UI Tidak Bisa Dikustomisasi
Tampilan antarmuka sistem operasi iOS pada iPhone cenderung monoton. Pengguna iPhone tidak bisa dengan bebas mengutak atik tampilan UI iPhone seperti di Android. Buat sebagian orang mungkin hal ini bukan jadi masalah, namun tetap saja karena banyak hal yang dibatasi, kamu jadi tidak bisa mengkustomisasi iPhone sesuai gaya dan kepribadianmu.

4. Kapasitas Baterai Lebih Kecil
Meskipun kelebihan iPhone ada banyak, namun kekurangannya yang selama ini tidak kunjung diperbaiki adalah masalah kapasitas baterai. Bayangkan saja tipe iPhone tertinggi saat ini yaitu iPhone X saja hanya dibekali baterai 3174 mAh. Kapasitas baterai yang kecil tentu menyulitkan Anda yang punya intensitas tinggi saat menggunakan hp. Kapasitas baterai yang kecil juga membuat kamu sulit lepas dari charger hp.

TINGKATAN CHIPSET HISILICON KIRIN (OS HongMeng) BUATAN CHINA



TINGKATAN CHIPSET HISILICON KIRIN (OS HongMeng)   BUATAN CHINA

Selain Samsung (Snapdragon / Qualcomm) buatan Amerika Serikat dan Mediatek Helio buatan Taiwan, serta Exynos buatan Korea Selatan,  ada lagi produsen ponsel yang juga memproduksi chipset sendiri adalah Huawei,  yaitu HiSilicon Kirin buatan China.

Perusahaan besar asal Tiongkok ini memiliki anak perusahaan yang memproduksi chipset, HiSilicon. Perusahaan yang didirikan pada 1991 ini adalah perusahaan semikonduktor yang memiliki lisensi desain CPU ARM Cortex. Produk chipset yang dikeluarkan HiSilicon dikenal dengan nama, Kirin.

Chipset Kirin ini hanya digunakan di perangkat ponsel produksi Huawei dan sub-brand Huawei, yakni Honor. Ponsel-ponsel Huawei terbaru umumnya sudah memakai chipset ini meskipun terkadang, beberapa ponsel besutan Huawei maupun Honor sesekali memakai chipset Snapdragon maupun MediaTek. Huawei sendiri menganggap Kirin sebagai salah satu inovasi yang memperkuat lini produk ponsel mereka. Karena itu, tidak ada rencana bagi Huawei untuk membuka pintu bagi produsen ponsel lain memakai chipset Kirin. Bagi Huawei, Kirin bukanlah sebuah unit bisnis. Chipset Kirin awalnya tidak terlalu tenar tetapi semenjak kehadiran beberapa perangkat Huawei kelas atas dengan performa baik, chipset Kirin pun mulai diperhitungkan. Kirin sendiri hadir dengan berbagai macam jenis chipset. Tidak ada pengkategorian khusus untuk perangkat chipset Kirin, namun menilik namanya yang memakai tiga angka, Kirin dapat dikategorikan berdasarkan digit angka pertamanya.

Berikut lebih lengkapnya tentang jenis-jenis chipset Kirin. Jenis-jenis Chipset Kirin

 1.Kirin 9xx
Chipset Kirin di kelas atas dicirikan dengan digit angka pertama 9, dua angka setelahnya adalah seri dari prosesornya. Karena itu kategori ini disebut Kirin 9xx. Pasalnya, di kategori ini, ada beberapa chipset dengan nama Kirin 930, Kirin 935, Kirin 950, Kirin 980, dan sebagainya.

Kategori chipset ini adalah kategori chipset Kirin yang banyak digunakan di ponsel kelas atas Huawei dan Honor. Produk seperti Huawei P20 Pro, Huawei P30 Pro, Huawei Mate 20 Pro, Honor 10, Honor 20, dan lainnya memakai tipe chipset Kirin 9xx ini. Karena digunakan di ponsel kelas atas, wajar jika banyak fitur lengkap yang ada di kategori chipset ini. Sebut saja fitur-fitur seperti NPU atau fitur yang mendukung untuk mengoptimalisasikan AI.

2. Kirin 7xx
Saat artikel ini dibuat, di kategori ini baru ada Kirin 710. Kirin 710 ini hadir sebagai chipset Kirin kelas menengah yang memiliki fitur-fitur turunan dari chipset Kirin kelas atas. Sebut saja fitur seperti GPU Turbo dan fitur AI juga disematkan di Kirin 710 ini. Tentu kedepannya, bakal ada seri Kirin lain di kelas ini. Bisa jadi Kirin 712, Kirin 720 atau kombinasi angka lainnya.

3. Kirin 6xx
Chipset Kirin dengan angka digit pertama 6 ini adalah chipset yang banyak dipakai di ponsel terjangkau dari harga Rp1 jutaan sampai Rp3 jutaan. Beberapa ponsel yang memakai chipset di kelas ini adalah Huawei Nova 2i, Honor 9 Lite, Honor 4C, dan lainnya.

Di kategori ini, ada dua tipe chipset. Kategori pertama chipset dengan proses fabrikasi 28 nm yang terdiri dari Kirin 620. Kategori kedua adalah chipset dengan 16 nm. Chipset di kategori kedua ini terdiri dari Kirin 650, Kirin 655, Kirin 658, dan Kirin 659.

4. K3V2 dan K3V2E
K3V2 dan K3V2E adalah dua chipset generasi pertama yang dikembangkan oleh HiSilicon. K3V2 adalah chipset yang berbasis ARM Cortex-A9 MPCore dengan proses fabrikasi 40 nm. Chipset ini digunakan di smartphone Huawei Ascend D Quad XL dan tablet Huawei MediaPad 10 FHD7 K3V2E adalah chipset pengembangan atau revisi dari K3V2. Chipset ini mendukung baseband Intel. Hanya satu perangkat yang memakai chipset ini, yakni Huawei Honor 3 (ketika Honor belum menjadi brand tersendiri).

Tidak ada pengembangan lagi dari kedua chipset ini karena nama Kirin yang kemudian dikembangkan sampai sekarang. Oh yah, selain K3V2 dan K3V2E, HiSilicon juga mengembangkan chipset berbasis AI bernama Ascend 310 dan Ascend 910 yang saat artikel ini dibuat masih dalam tahap pengembangan. Menilik pengkategorian dan jenisnya, chipset Kirin tidaklah terlalu banyak. Hal ini cukup wajar karena chipset ini hanya fokus dipakai di dua vendor ponsel, Huawei dan Honor.

Namun, tentu menarik menilik mana chipset Kirin yang terbaik diantara beberapa chipset Kirin tersebut. Karena itu, langsung saja cek daftar chipset Kirin terbaik berikut ini.

Daftar Chipset Kirin Terbaik

 1. Kirin 980
Kirin 980 diklaim Huawei sebagai “The Most Powerful and Intelligent, Ever”. Chipset ini juga hadir sebagai chipset generasi pertama yang dibangun dengan proses fabrikasi 7nm. Di dalam chipset ini, terdapat prosesor Cortex-A76 dan Cortex-A55 dan juga DynamiQ (pengembangan dari big.LITTLE). Untuk grafisnya, chipset ini memakai Mali-G76 MP10.

Kirin 980 ini dilengkapi dengan fitur HiAi, teknologi untuk optimalisasi kecerdasan buatan. Selain itu, Kirin 980 diklaim memiliki performa 20% dan efisiensi daya sebesar 40% dibandingkan chipset dengan proses fabrikasi 10 nm. Chipset ini juga jadi yang pertama mendukung teknologi LTE Cat.2.1.

Kirin 980 sendiri memiliki angka benchmark Antutu yang tinggi, yakni 309 ribu. Wajar jika ponsel yang memakai chipset ini memiliki performa tinggi. Beberapa ponsel yang memakai Kirin 980 adalah Huawei Mate 20, Huawei Mate 20 Pro, Huawei P30, Huawei P30 Pro, Honor Magic 2, Honor 20, dan Honor View 20.

2. Kirin 970
Kirin 970 adalah chipset Kirin kencang sebelum kehadiran Kirin 980. Chipset ini terdiri dari prosesor Cortex-A73 dan Cortex-A53 dengan kemampuan grafis dari Mali-G72 MP12. Selain itu, perangkat dengan Kirin 970 umumnya sudah diakui karena mampu menghasilkan performa baik dan juga mendukung kualitas foto perangkat yang baik pula.f Kemampuan dari Kirin 970 memang terletak pada dukungan software kameranya yang membuat Huawei P20 Pro, sebagai salah satu ponsel yang memakai chipset ini, memiliki kualitas foto yang baik dan bahkan cukup lama jadi nomor satu di peringkat kamera mobile berdasarkan pengujian DxOMark.  Perangkat lain yang memakai chipset ini adalah Huawei Mate 10, Honor 10, dan Honor Note 10.

3. Kirin 960
Kirin 960 berada setingkat lebih rendah dari Kirin 970. Jika perangkat Kirin 960 memiliki nilai Antutu 211 ribuan, ponsel dengan chipset Kirin 960 memiliki nilai Antutu 171 ribuan. Peningkatannya memang hanya 30 ribuan saja. Berbeda dengan peningkatan dari Kirin 970 ke Kirin 980 yang mengalami peningkatan nilai Antutu mencapai 100 ribuan.

Kirin 960 sebenarnya bukan jelek, tetapi ketika itu, untuk sebuah chipset kelas atas, perangkat Kirin 960 kurang mampu bersaing dengan para pesaingnya. Beberapa perangkat yang memakai chipset dengan fabrikasi 16 nm adalah Huawei Mate 9 dan Honor 9.

 4. Kirin 710
Kirin 710 adalah chipset yang jadi evolusi Kirin di kelas menengah. Chipset ini dibangun dengan proses fabrikasi 12 nm. Kenapa disebut evolusi? Karena chipset ini memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan beberapa chipset Kirin 9xx lainnya. Perangkat yang memakai Kirin 710 sebagai dapur pacunya adalah Huawei Nova 3i, Honor 10 Lite, Huawei P Smart+, Huawei P Smart 2019, Huawei Mate 20 Lite, Honor 8X, dan Huawei Y9. Ponsel-ponsel tersebut umumnya memiliki nilai Antutu sekitar 138 ribuan.

5. Kirin 955
Huawei P9 adalah salah satu ponsel dari Huawei yang dibekali dengan chipset Kirin 955. Chipset ini dibangun dengan proses fabrikasi 16 nm. Di dalam chipset ini, terdapat prosesor Cortex-A72 2,5 GHz dan Cortex-A53 1,8 GHz. Sementara untuk grafisnya, hadir Mali-T880 MP4.

Perangkat yang memiliki chipset Kirin 955 umumnya memiliki nilai Antutu kisaran 120 sampai 140 ribuan. Selain Huawei P9, ponsel yang memakai Kirin 955 adalah Huawei P9 Plus, Honor Note 8, dan Honor V8 64GB.

6. Kirin 950
Kirin 950 adalah chipset yang memiliki teknologi yang sama dengan Kirin 955. Pembedanya, prosesor Cortex A72 di chipset ini hanya memiliki kecepatan 2,3 GHz. Selain itu, chipset ini hanya mendukung LPDDR4 saja sementara Kirin 955 mendukung LPDDR4 dan LPDDR3. Beberapa perangkat yang memakai chipset Kirin 950 adalah Huawei Mate 8, Huawei Honor V8 32GB, Huawei Honor 8, Huawei Honor Magic, dan Huawei MediaPad M3. Ponsel yang memakai Kirin 950 seperti Huawei Mate 9 umumnya memiliki nilai Antutu 126 ribuan.

7. Kirin 659
Kirin 659 adalah salah satu chipset Kirin kelas menengah yang memiliki baik dan cukup populer. Banyak ponsel dengan chipset ini memiliki price to performance yang baik seperti Honor 9 Lite atau Huawei Nova 2i. Ponsel lain yang dibekali chipset ini adalah Huawei Nova 3e dan Huawei P Smart.

Kirin 659 sendiri adalah chipset dengan prosesor Cortex A53 quad core 2.36 GHz dan prosesor Cortex A53 quad core 2.36 1.7 GHz. Di dalam chipset ini juga tersemat GPU Mali-T830 MP2. Nilai Antutu perangkat dengan chipset ini umumnya ada di angka 74 ribuan.

8. Kirin 658
Kirin 658 adalah chipset Kirin yang memiliki arsitektur dan teknologi yang mirip dengan Kirin 659. Tipe prosesor dan GPU yang digunakannya juga sama. Yang membedakan, prosesor Cortex A53 quad core yang dimiliki chipset ini adalah 2.35 GHz, sedikit lebih rendah dari Kirin 659. Tidak banyak ponsel yang diotaki dengan Kirin 658. Hanya satu perangkat yang memakai chipset dengan fabrikasi 16nm ini, yakni Huawei P10 Lite. Ponsel yang satu ini memiliki nilai Antutu 65 ribuan.

9. Kirin 655
Kirin 655, serupa dengan Kirin 658 dan Kirin 659, yakni dibangun dengan proses fabrikasi 16 nm. Chipset ini juga memiliki teknologi prosesor dan GPU yang serupa dengan Kirin 658 dan Kirin 659. Yang jadi pembeda. prosesor Cortex A53 quad core yang dimiliki chipset ini adalah 2.12 GHz, lebih rendah dari Kirin 658 dan Kirin 659. Kirin 655 sendiri hadir di empat ponsel, yakni Huawei Mate 9 Lite, Huawei Honor 6X, Huawei P8 Lite (2017), dan Honor 8 Lite. Nilai Antutu ponsel dengan chipset ini ada di angka 57 ribuan.

10. Kirin 935
Kirin 935 adalah chipset yang dibangun dengan proses fabrikasi 28 nm. Di dalam chipset ini, terdapat prosesor Cortex-A53 empat core 2,2 GHz dan Cortex-A53 empat core 1,5 GHz . Sementara untuk grafisnya, hadir pengolah grafis Mali-T628 MP4. Tidak banyak perangkat yang memakai chipset Kirin 935. Setidaknya hanya ada tiga ponsel yang memakai chipset ini yakni Huawei P8 MAX, Honor 7, dan Huawei Mate S. Nilai Antutu perangkat ini ada di kisaran angka 48 ribu sampai 50 ribuan saja. Cukup kecil memang.

11. Kirin 930
Kirin 930 adalah chipset yang dibangun dengan proses fabrikasi 28 nm, serupa dengan Kirin 935. Teknologi di dalam chipset ini juga serupa dengan yang ada di Kirin 935. Yang jadi pembeda, Kirin 930 hadir dengan prosesor Cortex-A53 empat core 2,0 GHz dan Cortex-A53 empat core 1,5 GHz Perangkat yang memiliki chipset ini ada tiga dan umumnya adalah sebuah perangkat tablet. Ketiga perangkat tersebut adalah Huawei MediaPad X2, Huawei P8, dan Huawei MediaPad M2. Untuk performa dari chipset ini, bisa menilik nilai Antutu Huawei P8 yang mendapat skor 43 ribuan.

Demikianlah penjelasan tentang jenis-jenis chipset Kirin beserta urutan chipset terbaiknya. Semoga artikel ini jadi tambahan informasi buat pembaca yang penasaran dengan chipset Kirin.

***
Kelebihan atau Keunggulan Hisilicon Kirin

1. Kecepatan proses data yang kencang
Ketika kamu sedang menggunakan smartphone, pastinya kamu mengharapkan kinerja yang cepat, baik saat memindahkan menu-menu, menghidupkan aplikasi, menggeser-geser screen menu, dan hal-lain sebagainya. Dengan menggunakan fungsi  processor ini, kamu dapat leluasa saat menggunakan smartphone. Bahkan saat kamu melakukan mutitasking atau membuka banyak aplikasi sekaligus, bermain game, menggunakan aplikasi berat, smartphone tetap kencang seperti biasa.

2. Hemat daya baterai
Salah satu hal yang paling menyebalkan saat menggunakan smartphone adalah daya baterai yang cepat habis. Hal ini sangatlah menjengkelkan apalagi ketika kita sangat membutuhkannya. Salah satu penyebab baterai smarphone cepat habis adalah faktor processor. Ketika smartphone sedang dijalankan, otomatis kinerja processor juga sedang digunakan dan processor membutuhkan daya agar dapat bekrja maksimal.

Untungnya processor Kirin ini diklaim dapat menghemat daya pada baterai smartphone. Jumlah penghematan dayanya bisa mencapai 40%. Hal tersebut terhitung sangat baik untuk ukuran processor.

3. Penggunaan Grafik yang meningkat
Kualitas grafik juga sangat berpengaruh pada smarphone. Tidak hanya sekadar bercahaya saja, tetapi juga dapat memberikan rasa nyaman pada mata. Dengan menggunakan processor ini, penggunaan grafik pada smartphone dapat ditingkatkan sehingga kualitas gambar yang dihasilkan juga lebih baik. Selain itu, garfik yang dihasilkan dengan menggunakan processor ini dapat memanjakan mata pengguna.

4. Kualitas foto lebih meningkat
Dengan dimasukannya chip Image Signal Processor (ISP), kualitas foto yang diambil dapat lebih detail. Hal ini sangat berguna untuk kamu yang suka melakukan foto-foto maupun selfie dengan kualitas kamera yang baik. Kualitas foto yang dihasilkan juga diklaim jauh lebih baik dibandingkan smartphone yang menggunakan Snapdragon.

Kekurangan Hisilikon Kirin

1. Harga yang mahal
Sama halnya dengan Exynos buatan Samsung, Hisislikon Kirin juga lebih difokuskan untuk smartphone tipe flagship atau smartphone yang ditujukan pada pengguna-pengguna yang memiliki budget lebih. Hal ini tidak menjadi kejutan mengingat keunggulan-keunggulan yang dimiliki menunjukan bahwa processor ini dibuat secara khusus.

2. Hanya Khusus untuk smartphone Huawei
Sama halnya dengan Samsung yang menciptakan processor Exynos untuk produk-produk Samsung. Processor Kirin ini juga diciptakan oleh Huawei hanya untuk produk-produk dari vendor Huawei saja. sampai saat ini masih belum ada kepastian apakah processor ini akan disematkan pada smartphone di luar Huawei atau tidak.

Jika kamu menginginkan sebuah smartphone dengan kualitas terbaik dan menggunakan processor yang berbeda dari smartphone pada umumnya, maka kamu perlu menggunakan smartphone buatan Huawei. Itu pun dengan catatan kamu punya budget untuk membelinya.

Meskipun saat ini processor smartphone baru memiliki 4 jenis processor saja, namun hal tersebut masih bisa berkembang. Bisa jadi di masa yang akan datang, akan muncul sebuah processor baru yang bisa bersaing dengan para pendahulunya. Bahkan processor tersebut dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat dengan kualitas setara smartphone Flagship. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat untuk kamu semua.

***
 Ini Alasan Kenapa Huawei Tak Mau Jual Chipset HiSilicon Kirin Ke Merek Lain



Selama ini, Kirin telah menjadi processor  smartphone pertama yang diproduksi oleh  perusahaan  yang berbasis  di China dan processor ini dijalankan di jajaran smartphone yang dibuat oleh merek ternama Huawei.

Perlu Anda ketahui,  Huawei menempati peringkat ketiga di dunia sebagai produsen smartphone terbesar di pasar global. Jadi masuk akal jika  komponen chipset  Kirin-nya tersebut  bersaing sangat ketat dengan  processor besutan Samsung yakni  Exynos , processor  Snapdragon besutan  Qualcomm, dan line-up chipset  Helio garapan MediaTek.

Semenjak  chipset Kirin  model pertama diuji dan masuk ke produksi massal  pada tahun 2009, hingga kini chipset Kirin  telah menjadi  “produk kebanggan” dan semacam perwakilan dari SoC mobile  besutan perusahaan China. Dan hauwei menunjukkan keseriusannya dalam penggarapan chipset Kirin melalui investasi besar  di R&D dan fokus pada penelitian teknis selama  bertahun-tahun.

Namun menariknya, Huawei  berulang kali mengatakan bahwa  processor andalan mereka tersebut  tidak akan pernah  dijual ke perusahaan non-Huawei. Kira-kira apa ya, alasan Huawei bersikeras bahwa Kirin hanya eksklusif dipasok dan dijalankan di jajaran smartphone Huawei saja?



Pada Konferensi Analis Global Huawei pada bulan April tahun ini, Wakil Ketua Huawei Investment & Holding Huawei  Co, Xu Zhiju, seperti dilansir Gizchina  mengatakan bahwa dia tidak akan memposisikan chip Kirin sebagai bisnis yang menghasilkan pendapatan strategis bagi Huawei.  Adapun chipset Kirin  dibuat untuk mewujudkan pembeda pada perangkat keras Huawei. Namun sama sekali  tidak ada rencana ke depan  untuk menghasilkan  pundi-pundi uang dari penjualan  chipset Kirin untuk dipasok ke perusahaan non-Huawei.

Di masa depan, smartphone Huawei akan terus mengadopsi strategi operasi multi-chip dari Kirin, Qualcomm, dan MediaTek untuk memastikan perkembangan bisnis smartphone yang sehat.

Baru-baru ini, Brody Ji (Direktur Produk Senior, Grup Bisnis Konsumen Huawei)  seperti dikutip Gizchina secara terbuka menjelaskan bahwa  untuk Huawei, Kirin bukanlah bisnis, melainkan produk atau teknologi yang bertindak untuk menampilkan keunggulan dari perangkat Huawei  dan secara  kompetitif  bisa bersaing dengan smartphone kompetitor.

Sekedar untuk mengingatkan Anda, selama bertahun-tahun Huawei telah berinvestasi dalam pengembangan teknologi processor Kirin. Dan berikut ini adalah jajaran line-up chipset Kirin:

Kirin 910: 28nm, chip SoC quad-core pertama di dunia, menyamai prosesor yang mendukung  GPU Mali 450MP4.

Kirin 920: 28nm, chip SoC octa-core pertama di dunia dan yang pertama mendukung LTE Cat.6.


Kirin 930: chip SOC okta-bit 28nm, 64-bit, mendukung SIM dari fungsi 'sky pass'.

Kirin 950: Chip 16nm pertama yang menggunakan arsitektur inti A72 dan GPU Mali T880, dan dukungan  teknologi SIP yang dikembangkan oleh Huawei  sendiri untuk meningkatkan fitur  kamera.

Kirin 960: chip 16nm yang pertama kali menggunakan A73 secara komersial serta Mali-G71, UFS2.1, dan mesin keamanan built-in INSE.

Kirin 970: chip 10nm yang merupakan platform komputasi seluler kecerdasan buatan pertama Huawei, menggunakan arsitektur komputasi seluler HiAI.

Kirin 980: Chip 7nm pertama di dunia dengan NPU dual-core. (*)

TINGKATAN CHIPSET SNAPDRAGON (QUALCOMM) BUATAN AMERIKA SERIKAT




TINGKATAN CHIPSET SNAPDRAGON (QUALCOMM)   BUATAN AMERIKA SERIKAT

Chipset dengan sistem operasi Android yang paling banyak digunakan oleh berbagai vendor adalah Snapdragon. Chipset ini dibuat oleh Qualcomm, perusahaan komunikasi yang didirikan tahun 1985. Qualcomm kemudian melahirkan beberapa produk seperti ponsel CDMA, paten CDMA2000 1X yang jadi 4G, dan melahirkan chipset paling terkenal di industri mobile, Snapdragon.

Snapdragon ini menjadi merek yang cukup menjual. Tidak sedikit vendor ponsel yang sering bangga jika ponsel yang mereka produksi ditenagai Qualcomm Snapdragon. Bisa dibilang, ponsel dengan chipset Snapdragon lebih menjual jika dibandingkan ponsel dengan chipset dari produsen lain. Lantas, bagaimana Snapdragon bisa populer sampai sekarang? Ada berapa varian chipset Snapdragon? Apa sajakah chipset Snapdragon yang terbaik? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat Anda temukan jawabannya pada pembahasan kali ini.

Sejarah Singkat Qualcomm Snapdragon
Snapdragon hadir pertama kali pada tahun 2007. Sebelumnya, Qualcomm menghadirkan prosesor bernama Scorpio yang kemudian tidak dilanjutkan. Qualcomm fokus pada Snapdragon yang pada 2008, chipset ini dipakai pertama kalinya di smartphone Android. Tahun 2009, Qualcomm memperkenalkan Adreno, GPU yang kemudian terintegrasi dengan chipset Snapdragon. Adreno ini awalnya adalah lini produk grafis yang dimiliki oleh ATI Radeon yang kemudian dijual ke Qualcomm. Pada 2006, ATI Radeon dibeli oleh AMD dan AMD tidak melanjutkan pengembangan lini produk grafis mobile ini. Nama Adreno sendiri adalah anagram dari Radeon.

Kehadiran Adreno jelas memperkuat lini produk Snapdragon. Adreno juga jadi kunci betapa bagusnya performa chipset Snapdragon dalam menjalankan berbagai gim di perangkat mobile. Terlebih melihat fakta banyak orang yang lebih suka memakai smartphone Android dengan chipset Snapdragon dibandingkan chipset lainnya. Hal inilah yang kemudian membuat para vendor ponsel banyak yang mengandalkan Qualcomm Snapdragon sebagai dapur pacu mereka. Vendor-vendor ternama seperti Xiaomi, Asus, LG, Vivo, Oppo, bahkan Huawei dan Samsung yang memiliki chipset sendiri sering memakai Qualcomm Snapdragon sebagai dapur pacu dari produk mobile yang para vendor produsen ponsel buat. Sejak diperkenalkan pada tahun 2007, Qualcomm menghadirkan berbagai macam chipset Snapdragon. Chipset yang dibuat Snapdragon bervariasi dari yang performanya standar sampai yang kencang. Untuk menandakan pembeda ini, Snapdragon biasanya memakai kode angka di bagian depan. Contohnya Snapdragon 2xx, Snapdragon 4xx, dan lainnya. Angka depan semakin tinggi biasanya merupakan chipset untuk ponsel kelas atas. Hal ini berarti angka depan semakin rendah, ditujukan untuk ponsel kelas bawah. Untuk mengetahui lebih jelasnya jenis-jenis dari Chipset Snapdragon, bisa disimak berikut ini. Jenis-jenis Chipset Snapdragon Nah, setelah Anda mengetahui sejarah singkat soal chipset Snapdragon, kini saatnya mengetahui beberapa jenisnya yang bisa dibaca berikut ini.

1. Snapdragon S Series
Snapdragon S series adalah chipset Snapdragon generasi pertama. Seri S ini yang hadir pertama kali pada 2007 dengan nama Snapdragon S1. Snapdragon S1 kemudian diimplementasikan pada ponsel Android di 2008. Snapdragon S1 sendiri hadir dengan beberapa model number yang berbeda-beda. Beberapa ponsel yang memakai Snapdragon S1 adalah LG Optimus L7, Samsung Galaxy Trend Life dan Galaxy Young.

Snapdragon S series terus berlanjut. Qualcomm menghadirkan penerus dari Snapdragon S Series seperti Snapdragon S2, Snapdragon S3, dan keluarga Snapdragon S4 (S4 Plus, Play, Pro) sampai tahun 2012. Beberapa tipe ponsel yang memakai Snapdragon S4 adalah Sony Xperia Z, LG Optimus G, ZTE Grand S, dan Oppo Find 5.

 2. Snapdragon 200 Series

Menu Carisinyal / Buyer Guide / Jenis-jenis Chipset Snapdragon yang Dipakai oleh Smartphone Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha - Diperbaharui 6 Mei 2019 Chipset dengan sistem operasi Android yang paling banyak digunakan oleh berbagai vendor adalah Snapdragon. Chipset ini dibuat oleh Qualcomm, perusahaan komunikasi yang didirikan tahun 1985. Qualcomm kemudian melahirkan beberapa produk seperti ponsel CDMA, paten CDMA2000 1X yang jadi 4G, dan melahirkan chipset paling terkenal di industri mobile, Snapdragon. Snapdragon ini menjadi merek yang cukup menjual. Tidak sedikit vendor ponsel yang sering bangga jika ponsel yang mereka produksi ditenagai Qualcomm Snapdragon. Bisa dibilang, ponsel dengan chipset Snapdragon lebih menjual jika dibandingkan ponsel dengan chipset dari produsen lain. Lantas, bagaimana Snapdragon bisa populer sampai sekarang? Ada berapa varian chipset Snapdragon? Apa sajakah chipset Snapdragon yang terbaik? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat Anda temukan jawabannya pada pembahasan kali ini. Sejarah Singkat Qualcomm Snapdragon Snapdragon hadir pertama kali pada tahun 2007. Sebelumnya, Qualcomm menghadirkan prosesor bernama Scorpio yang kemudian tidak dilanjutkan. Qualcomm fokus pada Snapdragon yang pada 2008, chipset ini dipakai pertama kalinya di smartphone Android. Tahun 2009, Qualcomm memperkenalkan Adreno, GPU yang kemudian terintegrasi dengan chipset Snapdragon. Adreno ini awalnya adalah lini produk grafis yang dimiliki oleh ATI Radeon yang kemudian dijual ke Qualcomm. Pada 2006, ATI Radeon dibeli oleh AMD dan AMD tidak melanjutkan pengembangan lini produk grafis mobile ini. Nama Adreno sendiri adalah anagram dari Radeon. Kehadiran Adreno jelas memperkuat lini produk Snapdragon. Adreno juga jadi kunci betapa bagusnya performa chipset Snapdragon dalam menjalankan berbagai gim di perangkat mobile. Terlebih melihat fakta banyak orang yang lebih suka memakai smartphone Android dengan chipset Snapdragon dibandingkan chipset lainnya. Hal inilah yang kemudian membuat para vendor ponsel banyak yang mengandalkan Qualcomm Snapdragon sebagai dapur pacu mereka. Vendor-vendor ternama seperti Xiaomi, Asus, LG, Vivo, Oppo, bahkan Huawei dan Samsung yang memiliki chipset sendiri sering memakai Qualcomm Snapdragon sebagai dapur pacu dari produk mobile yang para vendor produsen ponsel buat. Sejak diperkenalkan pada tahun 2007, Qualcomm menghadirkan berbagai macam chipset Snapdragon. Chipset yang dibuat Snapdragon bervariasi dari yang performanya standar sampai yang kencang. Untuk menandakan pembeda ini, Snapdragon biasanya memakai kode angka di bagian depan. Contohnya Snapdragon 2xx, Snapdragon 4xx, dan lainnya. Angka depan semakin tinggi biasanya merupakan chipset untuk ponsel kelas atas. Hal ini berarti angka depan semakin rendah, ditujukan untuk ponsel kelas bawah. Untuk mengetahui lebih jelasnya jenis-jenis dari Chipset Snapdragon, bisa disimak berikut ini.

Jenis-jenis Chipset Snapdragon Nah, setelah Anda mengetahui sejarah singkat soal chipset Snapdragon, kini saatnya mengetahui beberapa jenisnya yang bisa dibaca berikut ini. 1. Snapdragon S Series Snapdragon S series adalah chipset Snapdragon generasi pertama. Seri S ini yang hadir pertama kali pada 2007 dengan nama Snapdragon S1. Snapdragon S1 kemudian diimplementasikan pada ponsel Android di 2008. Snapdragon S1 sendiri hadir dengan beberapa model number yang berbeda-beda. Beberapa ponsel yang memakai Snapdragon S1 adalah LG Optimus L7, Samsung Galaxy Trend Life dan Galaxy Young. Snapdragon S series terus berlanjut. Qualcomm menghadirkan penerus dari Snapdragon S Series seperti Snapdragon S2, Snapdragon S3, dan keluarga Snapdragon S4 (S4 Plus, Play, Pro) sampai tahun 2012. Beberapa tipe ponsel yang memakai Snapdragon S4 adalah Sony Xperia Z, LG Optimus G, ZTE Grand S, dan Oppo Find 5. 2. Snapdragon 200 Series Tahun 2013, Qualcomm mulai memperbarui lini produk Snapdragon menjadi beberapa kelas. Qualcomm membaginya ke dalam 4 lini seri. Yang pertama adalah Snapdragon 200, Snapdragon 400, Snapdragon 600, dan Snapdragon 800. Snapdragon 200 ditujukan untuk kelas low entry alias smartphone dengan kelas harga terjangkau. Chipset ini hadir dengan prosesor dua core dan memakai Adreno 203 sebagai pengolah grafisnya. ZTE Blade V, Samsung Galaxy Win, dan HTC Desire 700 adalah tiga di antara banyaknya ponsel Android yang memakai chipset ini.

Snapdragon 200 dikembangkan oleh Qualcomm dengan beberapa seri. Tercatat dari 2014 sampai 2017, Qualcomm menghadirkan keluarga Snapdragon 200 seperti Snapdragon 205, Snapdragon 208, Snapdragon 210 dan Snapdragon 212. Hadirnya keluarga Snapdragon 200 ini tidak lepas dari masih banyaknya orang yang membutuhkan ponsel murah. Snapdragon melihat peluang tersebut dengan menghadirkan chipset Snapdragon 200 yang umumnya memiliki performa untuk pemakaian ponsel secara normal. Sayangnya (saat artikel ini dibuat), Snapdragon 200 series tidak dilanjutkan lagi sejak 2018.

 3. Snapdragon 400 Series
Snapdragon 400 hadir sebagai chipset untuk smartphone dengan harga terjangkau tetapi memiliki performa yang sudah cukup layak untuk sebuah ponsel pintar. Hal ini juga dipengaruhi karena Snapdragon 400 dibangun dengan arsitektur ARM Cortex A7 yang sudah mendukung tampilan HD.

Snapdragon 400 dikembangkan lebih dan memiliki banyak seri. Sebut saja Snapdragon 410, 412, 415, 425, 427, 430, 435, 429. 439, dan 450. Di keluarga Snapdragon 400 ini, Snapdragon 425 adalah chipset yang tergolong populer. Tidak sedikit ponsel harga Rp1 jutaan yang memakai Snapdragon 425, sebut saja Xiaomi Redmi 5A, Samsung Galaxy J2, Moto E5 Play, dan masih banyak lagi.

Snapdragon 400 ini tampaknya bakal terus diproduksi seri terbarunya. Hal ini dipengaruhi karena banyaknya orang yang masih membutuhkan smartphone dengan kemampuan prosesor yang masih bisa diandalkan dan tidak lambat diajak multitasking maupun main gim sederhana.

4. Snapdragon 600 Series
Nexus 7, HTC One, Samsung Galaxy S4, LG GX, dan Oppo N1 adalah lima di antara ponsel lainnya yang memakai Snapdragon 600 di masa kemunculannya. Snapdragon 600 ini jadi chipset kelas menengah yang secara performa lebih baik dari Snapdragon 400. Bisa dibilang, Snapdragon 600 menghadirkan performa yang lebih imbang, baik untuk prosesor, GPU, maupun fitur lainnya seperti DSP, ISP, dan konektivitas. Sama seperti Snapdragon 400, Snapdragon 600 terus diproduksi dan semakin hari, chipset yang dihasilkan semakin baik. Tiga chipset yang paling banyak digunakan di keluarga Snapdragon 600 series adalah Snapdragon 625, Snapdragon 636, dan Snapdragon 660. Ketiga chipset Snapdragon tersebut memiliki performa dan fitur yang baik dan selalu disematkan pada ponsel dengan harga yang cukup masuk akal. Snapdragon 600 series pada perkembangannya mengalami peningkatan kemampuan. Tahun 2018 misalnya, Qualcomm menghadirkan tiga Snapdragon 600 series. Ketiga series tersebut adalah Snapdragon 632 yang dibangun dengan fabrikasi 14nm, Snapdragon 670 dengan fabrikasi 10 nm, dan Snapdragon 675 dengan fabrikasi 11 nm.

Snapdragon 670 dan Snapdragon 675 jadi pusat perhatian. Pasalnya, kemampuan prosesor dan grafis di kedua chipset ini memiliki performa yang lebih baik jika dibandingkan beberapa chipset dari keluarga Snapdragon 800 series.

 5. Snapdragon 700 Series
Tahun 2018, Qualcomm mengumumkan kehadiran keluarga Snapdragon baru, Snapdragon 700. Ada tiga chipset (saat artikel ini dibuat) yang berada di keluarga ini, yakni Snapdragon 710, Snapdragon 712, dan Snapdragon 730 (serta versi 730G). Kehadiran chipset ini cukup menarik lantaran posisinya berada di antara Snapdragon 600 series dan Snapdragon 800. Kehadiran Snapdragon 700 tampaknya jadi mengubah kelas chipset Snapdragon. Snapdragon 200 tampak tidak akan berlanjut yang bisa jadi Snapdragon 400 berada pada “kasta” paling bawah, kemudian di atasnya ada Snapdragon 600, lanjut Snapdragon 700 dan posisi teratas adalah Snapdragon 800. Snapdragon 710 sendiri cukup banyak digunakan di berbagai ponsel seperti Oppo R17 Pro, Samsung Galaxy A8s, Xiaomi Mi 8 SE, Realm 3 Pro, dan masih banyak lagi. Sementara Snapdragon 712  dipakai oleh Xiaomi Mi 9 SE

Snapdragon 730 sendiri adalah chipset yang digunakan di Samsung Galaxy A80. Selain itu, Snapdragon 730 punya varian Snapdragon 730G yang bisa dibilang merupakan versi overclocked dari Snapdragon 730.

6. Snapdragon 800 Series
Sampai juga di kategori Snapdragon kelas atas. Namanya chipset kelas atas, jelas kalau chipset Snapdragon 800 memiliki banyak fitur penting. Keluarga Snapdragon 800 selalu menghadirkan chipset yang mumpuni untuk menjalankan berbagai gim berat. Performanya cenderung baik meski produk Snapdragon 800 series tidak selalu berhasil. Salah satu lini produk Snapdragon 800 yang terbilang gagal adalah Snapdragon masa awal seperti Snapdragon 808 atau Snapdragon 810 yang cenderung cukup panas. Untungnya, Snapdragon 800 series menunjukan taringnya ketika hadir chipset Snapdragon 820 dan Snapdragon 821. Nama besar Qualcomm semakin meroket seiring kehadiran tiga chipset kelas atas yakni Snapdragon 835, Snapdragon 845, dan Snapdragon 855. Ketiga chipset ini memiliki performa yang baik tetapi dengan konsumsi daya yang lebih sedikit. Terlebih karena Snapdragon 835 dan Snapdragon 845 dibangun dengan fabrikasi 10 nm. Sementara Snapdragon 855 dibangun dengan fabrikasi 7 nm.

***
Daftar Chipset Snapdragon Terbaik
Setelah mengetahui ada banyak chipset Snapdragon, pasti timbul pertanyaan, di antara chipset-chipset tersebut, manakah yang memiliki performa yang baik? Apakah keluarga Snapdragon 800 selalu di atas? Untuk menjawabnya, simak daftar chipset Snapdragon terbaik yang diurut berdasarkan “kemampuan terbaiknya”.

1. Snapdragon 855
Menu Carisinyal / Buyer Guide / Jenis-jenis Chipset Snapdragon yang Dipakai oleh Smartphone Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha - Diperbaharui 6 Mei 2019 Chipset dengan sistem operasi Android yang paling banyak digunakan oleh berbagai vendor adalah Snapdragon. Chipset ini dibuat oleh Qualcomm, perusahaan komunikasi yang didirikan tahun 1985. Qualcomm kemudian melahirkan beberapa produk seperti ponsel CDMA, paten CDMA2000 1X yang jadi 4G, dan melahirkan chipset paling terkenal di industri mobile, Snapdragon. Snapdragon ini menjadi merek yang cukup menjual. Tidak sedikit vendor ponsel yang sering bangga jika ponsel yang mereka produksi ditenagai Qualcomm Snapdragon. Bisa dibilang, ponsel dengan chipset Snapdragon lebih menjual jika dibandingkan ponsel dengan chipset dari produsen lain. Lantas, bagaimana Snapdragon bisa populer sampai sekarang? Ada berapa varian chipset Snapdragon? Apa sajakah chipset Snapdragon yang terbaik? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat Anda temukan jawabannya pada pembahasan kali ini. Sejarah Singkat Qualcomm Snapdragon Snapdragon hadir pertama kali pada tahun 2007. Sebelumnya, Qualcomm menghadirkan prosesor bernama Scorpio yang kemudian tidak dilanjutkan. Qualcomm fokus pada Snapdragon yang pada 2008, chipset ini dipakai pertama kalinya di smartphone Android. Tahun 2009, Qualcomm memperkenalkan Adreno, GPU yang kemudian terintegrasi dengan chipset Snapdragon. Adreno ini awalnya adalah lini produk grafis yang dimiliki oleh ATI Radeon yang kemudian dijual ke Qualcomm. Pada 2006, ATI Radeon dibeli oleh AMD dan AMD tidak melanjutkan pengembangan lini produk grafis mobile ini. Nama Adreno sendiri adalah anagram dari Radeon. Kehadiran Adreno jelas memperkuat lini produk Snapdragon. Adreno juga jadi kunci betapa bagusnya performa chipset Snapdragon dalam menjalankan berbagai gim di perangkat mobile. Terlebih melihat fakta banyak orang yang lebih suka memakai smartphone Android dengan chipset Snapdragon dibandingkan chipset lainnya. Hal inilah yang kemudian membuat para vendor ponsel banyak yang mengandalkan Qualcomm Snapdragon sebagai dapur pacu mereka. Vendor-vendor ternama seperti Xiaomi, Asus, LG, Vivo, Oppo, bahkan Huawei dan Samsung yang memiliki chipset sendiri sering memakai Qualcomm Snapdragon sebagai dapur pacu dari produk mobile yang para vendor produsen ponsel buat. Sejak diperkenalkan pada tahun 2007, Qualcomm menghadirkan berbagai macam chipset Snapdragon. Chipset yang dibuat Snapdragon bervariasi dari yang performanya standar sampai yang kencang. Untuk menandakan pembeda ini, Snapdragon biasanya memakai kode angka di bagian depan. Contohnya Snapdragon 2xx, Snapdragon 4xx, dan lainnya. Angka depan semakin tinggi biasanya merupakan chipset untuk ponsel kelas atas. Hal ini berarti angka depan semakin rendah, ditujukan untuk ponsel kelas bawah. Untuk mengetahui lebih jelasnya jenis-jenis dari Chipset Snapdragon, bisa disimak berikut ini. Jenis-jenis Chipset Snapdragon Nah, setelah Anda mengetahui sejarah singkat soal chipset Snapdragon, kini saatnya mengetahui beberapa jenisnya yang bisa dibaca berikut ini. 1. Snapdragon S Series Snapdragon S series adalah chipset Snapdragon generasi pertama. Seri S ini yang hadir pertama kali pada 2007 dengan nama Snapdragon S1. Snapdragon S1 kemudian diimplementasikan pada ponsel Android di 2008. Snapdragon S1 sendiri hadir dengan beberapa model number yang berbeda-beda. Beberapa ponsel yang memakai Snapdragon S1 adalah LG Optimus L7, Samsung Galaxy Trend Life dan Galaxy Young. Snapdragon S series terus berlanjut. Qualcomm menghadirkan penerus dari Snapdragon S Series seperti Snapdragon S2, Snapdragon S3, dan keluarga Snapdragon S4 (S4 Plus, Play, Pro) sampai tahun 2012. Beberapa tipe ponsel yang memakai Snapdragon S4 adalah Sony Xperia Z, LG Optimus G, ZTE Grand S, dan Oppo Find 5. 2. Snapdragon 200 Series Tahun 2013, Qualcomm mulai memperbarui lini produk Snapdragon menjadi beberapa kelas. Qualcomm membaginya ke dalam 4 lini seri. Yang pertama adalah Snapdragon 200, Snapdragon 400, Snapdragon 600, dan Snapdragon 800. Snapdragon 200 ditujukan untuk kelas low entry alias smartphone dengan kelas harga terjangkau. Chipset ini hadir dengan prosesor dua core dan memakai Adreno 203 sebagai pengolah grafisnya. ZTE Blade V, Samsung Galaxy Win, dan HTC Desire 700 adalah tiga di antara banyaknya ponsel Android yang memakai chipset ini. Snapdragon 200 dikembangkan oleh Qualcomm dengan beberapa seri. Tercatat dari 2014 sampai 2017, Qualcomm menghadirkan keluarga Snapdragon 200 seperti Snapdragon 205, Snapdragon 208, Snapdragon 210 dan Snapdragon 212. Hadirnya keluarga Snapdragon 200 ini tidak lepas dari masih banyaknya orang yang membutuhkan ponsel murah. Snapdragon melihat peluang tersebut dengan menghadirkan chipset Snapdragon 200 yang umumnya memiliki performa untuk pemakaian ponsel secara normal. Sayangnya (saat artikel ini dibuat), Snapdragon 200 series tidak dilanjutkan lagi sejak 2018. 3. Snapdragon 400 Series Snapdragon 400 hadir sebagai chipset untuk smartphone dengan harga terjangkau tetapi memiliki performa yang sudah cukup layak untuk sebuah ponsel pintar. Hal ini juga dipengaruhi karena Snapdragon 400 dibangun dengan arsitektur ARM Cortex A7 yang sudah mendukung tampilan HD. Baca Juga: Tips Memilih Layar Smartphone Yang Tepat Untuk Anda Inilah Jenis-jenis Wifi yang Paling Umum Digunakan di HP! Inilah Jenis-Jenis Jaringan Seluler dari Generasi ke Generasi Snapdragon 400 dikembangkan lebih dan memiliki banyak seri. Sebut saja Snapdragon 410, 412, 415, 425, 427, 430, 435, 429. 439, dan 450. Di keluarga Snapdragon 400 ini, Snapdragon 425 adalah chipset yang tergolong populer. Tidak sedikit ponsel harga Rp1 jutaan yang memakai Snapdragon 425, sebut saja Xiaomi Redmi 5A, Samsung Galaxy J2, Moto E5 Play, dan masih banyak lagi. Snapdragon 400 ini tampaknya bakal terus diproduksi seri terbarunya. Hal ini dipengaruhi karena banyaknya orang yang masih membutuhkan smartphone dengan kemampuan prosesor yang masih bisa diandalkan dan tidak lambat diajak multitasking maupun main gim sederhana. 4. Snapdragon 600 Series Nexus 7, HTC One, Samsung Galaxy S4, LG GX, dan Oppo N1 adalah lima di antara ponsel lainnya yang memakai Snapdragon 600 di masa kemunculannya. Snapdragon 600 ini jadi chipset kelas menengah yang secara performa lebih baik dari Snapdragon 400. Bisa dibilang, Snapdragon 600 menghadirkan performa yang lebih imbang, baik untuk prosesor, GPU, maupun fitur lainnya seperti DSP, ISP, dan konektivitas. Sama seperti Snapdragon 400, Snapdragon 600 terus diproduksi dan semakin hari, chipset yang dihasilkan semakin baik. Tiga chipset yang paling banyak digunakan di keluarga Snapdragon 600 series adalah Snapdragon 625, Snapdragon 636, dan Snapdragon 660. Ketiga chipset Snapdragon tersebut memiliki performa dan fitur yang baik dan selalu disematkan pada ponsel dengan harga yang cukup masuk akal. Snapdragon 600 series pada perkembangannya mengalami peningkatan kemampuan. Tahun 2018 misalnya, Qualcomm menghadirkan tiga Snapdragon 600 series. Ketiga series tersebut adalah Snapdragon 632 yang dibangun dengan fabrikasi 14nm, Snapdragon 670 dengan fabrikasi 10 nm, dan Snapdragon 675 dengan fabrikasi 11 nm. Snapdragon 670 dan Snapdragon 675 jadi pusat perhatian. Pasalnya, kemampuan prosesor dan grafis di kedua chipset ini memiliki performa yang lebih baik jika dibandingkan beberapa chipset dari keluarga Snapdragon 800 series. 5. Snapdragon 700 Series Tahun 2018, Qualcomm mengumumkan kehadiran keluarga Snapdragon baru, Snapdragon 700. Ada tiga chipset (saat artikel ini dibuat) yang berada di keluarga ini, yakni Snapdragon 710, Snapdragon 712, dan Snapdragon 730 (serta versi 730G). Kehadiran chipset ini cukup menarik lantaran posisinya berada di antara Snapdragon 600 series dan Snapdragon 800. Kehadiran Snapdragon 700 tampaknya jadi mengubah kelas chipset Snapdragon. Snapdragon 200 tampak tidak akan berlanjut yang bisa jadi Snapdragon 400 berada pada “kasta” paling bawah, kemudian di atasnya ada Snapdragon 600, lanjut Snapdragon 700 dan posisi teratas adalah Snapdragon 800. Snapdragon 710 sendiri cukup banyak digunakan di berbagai ponsel seperti Oppo R17 Pro, Samsung Galaxy A8s, Xiaomi Mi 8 SE, Realm 3 Pro, dan masih banyak lagi. Sementara Snapdragon 712  dipakai oleh Xiaomi Mi 9 SE (saat artikel ini dibuat). Snapdragon 730 sendiri adalah chipset yang digunakan di Samsung Galaxy A80. Selain itu, Snapdragon 730 punya varian Snapdragon 730G yang bisa dibilang merupakan versi overclocked dari Snapdragon 730. 6. Snapdragon 800 Series Sampai juga di kategori Snapdragon kelas atas. Namanya chipset kelas atas, jelas kalau chipset Snapdragon 800 memiliki banyak fitur penting. Keluarga Snapdragon 800 selalu menghadirkan chipset yang mumpuni untuk menjalankan berbagai gim berat. Performanya cenderung baik meski produk Snapdragon 800 series tidak selalu berhasil. Salah satu lini produk Snapdragon 800 yang terbilang gagal adalah Snapdragon masa awal seperti Snapdragon 808 atau Snapdragon 810 yang cenderung cukup panas. Untungnya, Snapdragon 800 series menunjukan taringnya ketika hadir chipset Snapdragon 820 dan Snapdragon 821. Nama besar Qualcomm semakin meroket seiring kehadiran tiga chipset kelas atas yakni Snapdragon 835, Snapdragon 845, dan Snapdragon 855. Ketiga chipset ini memiliki performa yang baik tetapi dengan konsumsi daya yang lebih sedikit. Terlebih karena Snapdragon 835 dan Snapdragon 845 dibangun dengan fabrikasi 10 nm. Sementara Snapdragon 855 dibangun dengan fabrikasi 7 nm. Daftar Chipset Snapdragon Terbaik Setelah mengetahui ada banyak chipset Snapdragon, pasti timbul pertanyaan, di antara chipset-chipset tersebut, manakah yang memiliki performa yang baik? Apakah keluarga Snapdragon 800 selalu di atas? Untuk menjawabnya, simak daftar chipset Snapdragon terbaik yang diurut berdasarkan “kemampuan terbaiknya”. 1. Snapdragon 855 Snapdragon 855 adalah chipset dengan prosesor dan GPU yang kencang. Prosesor yang dipakai di chipset ini adalah prosesor Kryo 485 dan pengolah grafis Adreno 640. Chipset ini juga hadir dengan DSP Hexagon 690 dan ISP Spectra 380 yang mendukung sensor kamera sampai 48 MP. Snapdragon 855 juga adalah chipset yang sudah dilengkapi modem untuk jaringan 5G. Meskipun untuk yang satu ini harus diaktifkan terlebih dulu yang berarti perangkat yang memakai chipset ini tidak otomatis mendukung 5G. Smartphone dengan Snapdragon 855 umumnya adalah smartphone kelas atas alias flagship. Harga ponsel dengan Snapdragon 855 juga tergolong mahal. Beberapa tipe ponsel yang sudah memakai Snapdragon 855 adalah Meizu 16s, Lenovo Z5 Pro GT, Xiaomi Mi 9, Oppo Reno 10x Zoom, dan LG G8 ThinQ.

2. Snapdragon 845
Sebelum Snapdragon 855 hadir, Snapdragon 845 hadir sebagai chipset Quallcomm yang kencang. Chipset ini dibekali dengan prosesor Kryo 385, Adreno 630, dan dukungan kamera mencapai 32 MP. Ponsel dengan chipset Snapdragon 845 jelas kencang dan baik dalam menjalankan berbagai gim. Umumnya ponsel dengan Snapdragon 845 berharga mahal. Pengecualian untuk Pocophone F1, yang merupakan ponsel Snapdragon 845 paling murah. Disusul kemudian dengan ponsel lain yang harganya lebih mahal seperti  Asus Zenfone 5z, OnePlus6, LG G7 ThinQ, Xiaomi Black Shark, dan yang lainnya. Ponsel dengan Snapdragon 845 umumnya memiliki nilai Antutu 280 ribu sampai 300 ribuan. Sementara, Snapdragon 855 bisa memiliki nilai Antutu kisaran 340 ribuan ke atas. Oh yah, Snapdragon 845 memiliki versi kencangnya yakni Snapdragon 850 yang khusus untuk perangkat Windows 10 PC.

3. Snapdragon 835
Snapdragon 835 hadir dengan prosesor Kryo 285 dengan sokongan Adreno 540. Sama seperti Snapdragon 845, chipset ini mendukung kamera sampai 32 MP atau dual kamera 16 MP. Chipset yang mendukung Quick Charge 4.0 ini sendiri menawarkan performa kelas atas pada masanya. Nilai Antutu saja menunjukan angka 207 ribuan yang tentu terbilang kencang. Beberapa perangkat yang memakai Snapdragon 835  sebagai dapur pacunya diantaranya Google Pixel 2, Xiaomi Mi 6, OnePlus 5, Xiaomi Mi Mix 2, dan Nokia 8. Samsung juga memiliki ponsel dengan Snapdragon 835 seperti Samsung Galaxy S8, hanya saja khusus dipasarkan di Amerika saja.

 4. Snapdragon 730
Snapdragon 730 adalah chipset yang dibangun dengan fabrikasi 8 nm. Dengan fabrikasi berukuran kecil, jelas membuat Snapdragon 730 memiliki performa yang baik tetapi lebih daya. Selain itu, chipset Snapdragon 730 juga dapat mengolah fitur AI atau kecerdasan buatan lebih optimal. Di dalam Snapdragon 730, terdapat prosesor Kryo 470 yang dapat bekerja hingga kecepatan 2.2 GHz. Untuk grafisnya, tersemat GPU Adreno 618 yang diklaim membawa peningkatan untuk sektor grafis. Hal ini berarti bermain gim PUBG Mobile memakai Snapdragon 730 sudah tergolong baik. Ponsel yang memakai Snapdragon 730 sebagai dapur pacunya adalah Samsung Galaxy A80. Ponsel yang memiliki kamera berputar tersebut memiliki nilai Antutu di angka 204 ribuan, angka yang tentunya tinggi untuk chipset keluarga Snapdragon 700 series.

 5. Snapdragon 675
Snapdragon 675 masuk sebagai chipset terbaik dari Qualcomm Snapdragon. Menariknya, Chipset Snapdragon 675 ini memiliki kemampuan yang lebih baik, bahkan dibandingkan Snapdragon 712 dan Snapdragon 710, yang secara tingkatan harusnya Snapdragon 700 series lebih baik. Hal yang membuat Snapdragon 675 memiliki kemampuan yang baik tidak terlepas dari proses fabrikasi prosesor ini yang dibangun dengan FinFet 11 nm. Snapdragon 675 sendiri dibekali prosesor Kryo 460 dan Adreno 612. Kombinasi ini membuat perangkat yang memakai Snapdragon 675 bisa mencapai nilai Antutu di angka 180 ribuan. Hal menarik lainnya dari Snapdragon 675 adalah harga perangkat yang memakai chipset ini cenderung berada di kelas menengah dan harganya terjangkau. Beberapa perangkat yang memakai Snapdragon 875 adalah Vivo V15 Pro, Samsung Galaxy A70, dan Redmi Note 7 Pro.

 6. Snapdragon 712
Snapdragon 712 adalah chipset yang tergolong baik. Chipset ini hadir dengan prosesor Kryo 360. Prosesor ini hadir dengan kombinasi 6 prosesor untuk hemat daya dan 2 prosesor berkecepatan 2,3 GHz untuk performa kencang. Sementara untuk grafisnya, chipset ini hadir dengan Adreno 616. Saat artikel ini dibuat, baru Xiaomi Mi 9 SE yang memakai Snapdragon 712. Xiaomi Mi 9 SE ini sendiri mendapat nilai Antutu kisaran 177 ribuan, nilai angka yang sedikit lebih rendah dibandingkan perangkat dengan nilai Antutu dari perangkat yang memiliki “otak” Snapdragon 675

7. Snapdragon 670
Tidak banyak ponsel yang mengusung Snapdragon 670 sebagai otaknya. Padahal chipset ini memiliki performa yang tidak boleh dibilang remeh. Perangkat seperti Vivo Z3 dan Oppo R17 yang memakai chipset ini memiliki nilai Antutu kisaran 174 sampai 175 ribuan. Angkanya bersaing mendekati perangkat dengan Snapdragon 712. Snapdragon 670 sendiri memakai prosesor Kryo 360, tipe prosesor yang serupa dengan Snapdragon 712. Hanya saja untuk pengolah grafisnya, Snapdragon 670 dibekali GPU Adreno 615 saja.

8. Snapdragon 710
Snapdragon 710 adalah chipset pertama dari keluarga Snapdragon 710. Snapdragon 710 hadir dengan tipe prosesor grafis, DSP, ISP, dan berbagai fitur yang sama  dengan Snapdragon 712. Pembedanya, Snapdragon 710 memakai prosesor Kryo 360 berkecepatan 2,2 GHz saja. Berbeda dengan Snapdragon 712 yang memiliki Kryo 360 dengan kecepatan 2,3 GHz. Dengan perbedaan kecepatan yang hanya 0,1 ternyata berdampak pada performa keseluruhan. Snapdragon 712 ternyata 10% lebih cepat dibandingkan Snapdragon 710. Selain itu, angka Antutu perangkat Snapdragon 710 seperti Vivo Nex A, Xiaomi Mi 8 SE, Samsung Galaxy A8s ada di angka 174 ribuan. Nilai Antutunya bersaing dengan Snapdragon 670.

9. Snapdragon 821
Snapdragon 821 pernah jadi chipset terbaik. Hal ini karena ponsel dengan Snapdragon 821 saat itu adalah ponsel kelas atas seperti Google Pixel, Asus Zenfone 3 Deluxe, LG G6, OnePlus 3T, dan Xiaomi Mi Mix, dan Samsung Galaxy Note FE. Saat itu, nilai Antutu paling tinggi adalah 156 ribuan. Angka tersebutlah yang didapatkan oleh chipset dengan prosesor Kryo 2,342 GHz dan pengolah grafis Adreno 530 ini.

10. Snapdragon 820
Snapdragon 820 pernah jadi prosesor yang kencang dan tergolong baik pada masanya. Chipset ini populer digunakan di ponsel kelas atas tahun 2016. Saat itu, ponsel-ponsel seperti  ZTE Nubia Z11, LG G5, OnePlus 3, Xiaomi Mi 5 Pro, dan Sony Xperia XZ memakai Snapdragon 820. Nilai Antutu dari perangkat yang memakai chipset ini berkisar di angka 151 ribuan. Sebenarnya, setelah Snapdragon 820, ada chipset lain yang cukup populer dan punya kemampuan baik, terutama chipset kelas menengah seperti Snapdragon 660 dan Snapdragon 636. Namun, tentu saja nantinya daftar bakalan panjang karena itu dibatasi sampai 10 jenis chipset saja.

***
Kualitas grafis Snapdragon cenderung lebih baik karena didukung GPU atau Graphics Processing Unit yang lebih canggih. Selain itu, hasil foto hp yang menggunakan Snapdragon sering lebih baik karena teknologi ISP prosesor Snapdragon selalu ditingkatkan. Banyaknya hal yang ditingkatkan membuat prosesor Snapdragon terkadang lebih mahal Harga jual Normalnya  dibanding Mediatek. Sebagai tambahan, kebanyakan hp kelas Flaghsip Premium dan Flagship Premier juga cenderung lebih memilih prosesor Snapdragon dibanding Mediatek.

Demikianlah pemaparan tentang jenis-jenis chipset Snapdragon dan pemaparan soal chipset terbaik dari Snapdragon. Semoga  bermanfaat!

LAHAN DAERAH TAPIAN KURANG LEBIH 10 BORONGAN

Hak Milik  ASM PRO